PBB Catat Kenaikan Kasus Penghancuran Rumah Palestina oleh Israel

0
177

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Kantor Koordinasi Hubungan Kemanusiaan (OCHA) PBB melaporkan kenaikan angka kasus penghancurkan rumah milik warga Palestina oleh Israel di kawasan pendudukan Tepi Barat.

“Periode dari Maret hingga Agustus 2020 tercatat penghancuran atau penyitaan 389 bangunan milik Palestina di Tepi Barat, rata-rata 65 per bulan, tingkat kerusakan rata-rata tertinggi dalam empat tahun,” jelas kantor PBB itu pada hari Jumat (11/9).

“Sayangnya, pembongkaran selama periode Maret-Agustus 2020 menyebabkan 442 warga Palestina kehilangan tempat tinggal, yang selanjutnya membuat banyak orang berisiko terinfeksi pandemi,” lanjut mereka.

Menurut laporan OCHA, pada bulan Agustus saja, terdapat 205 warga Palestina mengungsi. Angka ini lebih banyak daripada bulan mana pun sejak Januari 2017.

Rezim Israel secara rutin menghancurkan rumah-rumah Palestina di Tepi Barat dengan mengklaim bahwa bangunan tersebut telah dibangun tanpa izin. Padahal izin tersebut hampir tidak mungkin diperoleh.

Israel juga terkadang memerintahkan pemilik rumah Palestina untuk menghancurkan rumah mereka sendiri. Jika tidak, pemilik harus membayar biaya pembongkaran.

Sementara itu, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Palestina Jamie McGoldrick memperingatkan bahwa penghancuran rumah-rumah Palestina oleh Israel selama pandemi akan membuat warga Palestina lebih rentan terhadap infeksi Covid-19.

“Penghancuran properti di wilayah pendudukan dilarang di bawah hukum humaniter internasional, kecuali benar-benar diperlukan untuk operasi militer,” tegas McGoldrick. (ra/presstv)

DISKUSI: