Palestina: ‘Deal of Century’ Lindungi Trump dari Pemakzulan

0
127

Tepi Barat, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut ‘Deal of the Century’ sengaja dibuat sebagai distraksi atas masalah domestik yang dihadapi Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Trump terancam dimakzulkan oleh DPR AS dan kini tengah dalam proses peradilan di Senat atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Sementara itu, Netanyahu dijatuhi dakwaan korupsi. Keduanya membantah semua tudingan tersebut.

“Rencana ini tidak dibuat untuk menyelesaikan konflik, dan [rencana ini] disajikan oleh pihak yang telah kehilangan integritas dan kredibilitasnya. Ini adalah rencana untuk melindungi Trump dari pemakzulan dan [Benjamin] Netanyahu dari penjara. Ini bukan rencana perdamaian Timur Tengah,” tutur Shtayyeh dalam pertemuan kabinet di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Senin (27/1).

“Rencana ini memberi Israel kedaulatan atas wilayah Palestina,” tambahnya.

Ia kemudian menyerukan kepada komunitas internasional agar tidak mendukung perjanjian yang melanggar hukum internasional ini. “Hak-hak rakyat Palestina tidak untuk dijual,” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris jenderal partai Palestinian National Initiative (PNI), Mustafa Barghouti, menyebut pertemuan Trump dengan Netanyahu dan rival politiknya, Benny Gantz, di Gedung Putih pada 28 Januari lalu adalah bukti bahwa Deal of the Century merupakan proyek “rasis” Israel yang didukung Amerika.

“Apa yang kita saksikan sekarang adalah proses negosiasi di bawah naungan AS yang telah berakhir, dan pembicaraan tentang hak-hak dan masa depan negara Palestina telah selesai,” imbuhnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI: