Norwegia Hadapi Tingkat Pengangguran Terparah

0
167

Oslo, LiputanIslam.com–Di tengah wabah Covind-19, tingkat pengangguran di Norwegia mencapai titik tertinggi sejak Great Depression. Menurut Badan Kesejahteraan Negara Norwegia (NAV), pengangguran di negara itu telah meningkat hingga 10,9 persen dari 2 persen sebulan lalu.

“Perkembangan selama dua minggu terakhir tidak tertandingi,” kata ketua NAV, Sigrun Vågeng.

Menurut kepala ekonom dari organisasi pengusaha nasional Norwegia, NHO, Øystein Dørum, angka ini adalah rekor pasca Perang Dunia II. Ia pun menganalisis bahwa tingkat pengangguran kini mendekati yang tercatat selama Great Depression tahun 1930-an.

“Ini adalah angka yang menakutkan yang sayangnya mungkin akan menjadi lebih buruk,” kata Dørum kepada kantor berita Aftenposten.

Ia memperkirakan sebanyak 15 persen dari 1,6 juta pekerja Norwegia, atau sekitar satu dari tujuh orang, telah kehilangan pekerjaan. Selain itu, banyak pengusaha tunggal dan kecil menghadapi kerugian hebat selama dua minggu terakhir.

Menurut Drum, jumlah orang yang menganggur “mungkin mencapai sekitar 320.000”. Jumlah dari NAV sedikit lebih rendah, yaitu 291.000. Drum pun mengkawatirkan situasi ini akan berdampak pada “generasi yang hilang”.

Untuk menatasi penyebaran virus, pemerintah Norwegia telah mengambil langkah-langkah drastis seperti menutup perbatasan dan sekolah dan memberlakukan social distancing. Serangkaian strategi bantuan sosial di tengah krisis ini juga telah diumumkan oleh Perdana Menteri Erna Solberg dan Menteri Keuangan Jan Tore Sanner. Mereka memperkirakan, strategi ini akan remenelan biaya NOK 280 miliar ($26 miliar). (ra/presstv)

 

DISKUSI: