New York Berencana Kuburkan Jenazah Covid-19 di Taman Kota

0
674

Kamar mayat sementara dibangun di luar kantor penguji medis di New York City. (Photo by The New York Times)

New York City, LiputanIslam.com–Kepala komite kesehatan Dewan New York City mengatakan pada Senin (6/4) bahwa pemerintah berencana menguburkan jenazah Covid-19 secara sementara di taman kota setempat.

Dalam serangkaian tweet, pejabat bernama Mark Levine ini mengatakan bahwa parit-parit taman kota itu  akan digali untuk menampung 10 peti mati dalam satu barisan. Pemakaman ini hanya bersifat sementara di tengah situasi yang berat.

“Sebentar lagi kita akan memulai penguburan sementara,” tulis Levine. “Penguburan ini kemungkinan akan dilakukan di taman NYC (ya, Anda membacanya dengan benar). Parit akan digali untuk 10 peti mati dalam satu barisan. ”

Ia menambahkan, penguburan ini akan dilakukan dengan cara yang bermartabat dan tertib, meskipun “[langkah] ini akan sulit [diterima] oleh warga New York.”

Menurutnya, penguburan sementara di taman kota ini bertujuan untuk “menghindari situasi seperti di Italia, di mana militer dipaksa untuk mengumpulkan mayat dari gereja dan bahkan dari jalanan.”

Walikota Kota New York, Bill de Blasio (D) menyatakan bahwa belum ada keputusan jika penguburan semacam itu akan dilakukan. Namun, ia membenarkan itu akan menjadi pilihan karena kapasitas kamar mayat dan rumah duka terbebani dengan banyaknya jumlah kematian.

“Jika kita perlu melakukan pemakaman sementara untuk dapat mengatasi … krisis ini dan kemudian bekerja sama dengan masing-masing keluarga dengan pengaturan yang sesuai, maka kita punya kemampuan untuk melakukan itu,” kata de Blasio kepada wartawan dalam konferensi pers pada hari Senin.

Sebentara itu, Gubernur New York Andrew Cuomo (D) menyatakan kaget pada hari Senin ketika ditanya apakah dia telah mendengar tentang rencana untuk sementara mengubur mayat di taman.

“Saya telah mendengar banyak desas-desus liar, tetapi saya belum mendengar apa-apa tentang kota yang mengubur orang di taman,” katanya kepada wartawan di briefing harian. “Saya tidak tahu ada masalah. Saya belum pernah mendengar ada masalah. ”

Pemerintah New York City sudah mulai menyimpan mayat-mayat di truk pendingin dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 3.000 orang. (ra/TheHill)

DISKUSI: