Teheran,LiputanIslam.com-Keputusan Badan Energi Nuklir Internasional (IAEA) dalam menutup berkas salah satu dari 3 tempat yang diklaim belum dilaporkan Iran, telah memicu kegusaran para petinggi Rezim Zionis.
Setelah adanya interaksi terbaru antara Iran dan IAEA, berkas terkait salah satu tempat yang diklaim IAEA, yaitu Abadeh, telah ditutup. Klaim ditemukannya atom-atom uranium yang diperkaya 83,7 persen telah dijawab oleh penjelasan yang diberikan Teheran.
Kamis kemarin, IAEA dalam laporannya mengonfirmasi bahwa investigasi terkait penemuan uranium yang berasal dari aktivitas manusia di sebuah tempat di Marivan telah dinyatakan selesai.
PM Israel Benyamin Netanyahu mengklaim, Israel akan “melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.”
Jubir Kemenlu Israel, Lior Haiat mengecam berakhirnya investigasi IAEA terkait fasilitas di Marivan. Ia mendeskripsikan tindakan itu sebagai “pemicu kekhawatiran besar Tel Aviv”.
”Penjelasan yang diberikan oleh Iran terkait keberadaan materi-materi nuklir di fasilitas tersebut tidak mungkin secara teknis dan tak bisa diterima.”
”Iran masih terus berbohong kepada IAEA dan mengelabui masyarakat internasiona,”ujar Haiat.
Jubir Kemenlu Israel mengklaim bahwa ditutupnya berkas ini bisa “mendatangkan konsekuensi amat berbahaya” dan menambahkan, ”Ini mengirim pesan kepada Iran bahwa mereka bisa terus menipu masyarakat internasional dalam rangka meraih program nuklir militer.”
Times of Israel menulis, Haiat juga berkata bahwa keputusan ini “sangat mencederai kredibilitas profesional IAEA”. (af/fars)