Nasib Tahanan Anak Palestina di Penjara Israel Dalam Situasi Covid-19

0
873

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Sejumlah pejabat PBB menyerukan kepada pemerintah Israel pada Senin (11/5) untuk membebaskan para tahanan anak Palestina di tengah situasi wabah corona.

Seruan ini disampaikan oleh Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Palestina, Jamie McGoldrick, Kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Tepi Barat, James Heenan, dan perwakilan khusus UNICEF, Genevieve Boutin.

“Hak-hak anak untuk perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan harus dijunjung tinggi setiap saat. Pada waktu-waktu normal, penangkapan atau penahanan anak harus menjadi langkah terakhir dan dalam periode waktu yang singkat,” demikian bunyi pernyataan mereka.

“Selama pandemi, Negara harus memberi perhatian lebih pada kebutuhan perlindungan anak dan hak-hak anak, dan kepentingan terbaik anak-anak harus menjadi pertimbangan utama dalam semua tindakan yang diambil oleh Pemerintah,” tegas mereka.

Israel telah dikecam berulang kali karena menangkap dan mengadili anak-anak Palestina di pengadilan militer. Data terbaru yang dirilis oleh organisasi HAM B’tselem menunjukkan bahwa rezim Zionis itu telah menahan 194 anak hingga akhir Maret.

Meskipun Israel telah membebaskan ratusan tahanan untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19, kebijakan yang sama tidak berlaku untuk tahanan Palestina. Ada lebih dari 5.000 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, dengan hampir 500 di antaranya ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan.

“Sejak dimulainya krisis COVID-19 di Israel, proses hukum ditunda, hampir semua kunjungan penjara dibatalkan, dan anak-anak tidak diberi akses langsung ke keluarga dan pengacara mereka. Ini menciptakan kesulitan tambahan, penderitaan psikologis, dan mencegah anak dari akses bantuan hukum yang menjadi hak mereka,” tulis para pejabat PBB.

Menurut mereka, tahanan anak Palestina yang sedang menunggu persidangan beresiko menerima tekanan besar untuk mengaku bersalah agar dibebaskan lebih cepat. (ra/palestinechronicle)

 

DISKUSI: