Gaza,LiputanIslam.com-Israel akhirnya memutuskan untuk memenuhi tuntutan tahanan administratif Palestina, Khalil Awawadah. Awawadah pun mengakhiri aksi mogok makannya yang sudah berlangsung selama 171 hari, setelah Tel Aviv bersedia mengumumkan waktu pembebasannya.
Pusat Hukum Mahjat al-Quds mengumumkan bahwa sesuai kesepakatan antara Klub Tawanan Palestina dan pejabat Israel, penahanan tanpa pengadilan Awawadah (penahanan administratif) akan berakhir pada 2 Oktober mendatang. Dia akan bebas pada tanggal tersebut.
Berdasarkan kesepakatan ini, Awawadah akan tetap di rumah sakit hingga tanggal tersebut sampai ia pulih total. Ia juga tidak akan kembali ke penjara, sebab butuh waktu lama agar ia bisa pulih total dan organ-organ tubuhnya yang rusak bisa kembali berfungsi.
Sebelum ini, dia mogok makan selama 111 hari dan hanya menghentikannya selama sepekan. Namun setelah pihak Rezim Zionis melanggar janji, ia kembali memulai aksi mogok makannya.
Pengacara Awawadah, Ahlam Haddad berkata, ia telah memberitahukan kondisi kesehatan kliennya kepada Pengadilan Israel. Ia menyatakan bahwa berdasarkan penilaian dokter, Awawadah berisiko mengalami gagal jantung dan berada di ambang kematian.
Beberapa waktu lalu, Mahjat al-Quds mengumumkan pihaknya telah mengajukan permintaan lain kepada Pengadilan Israel untuk segera membebaskan Awawadah, menyusul adanyaa laporan medis baru bahwa tahanan Palestina ini bisa saja meninggal secara mendadak. (af/fars)