Menteri Israel Ini Jelaskan Mengapa Rencana Aneksasi Ditunda

0
160

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Seorang menteri Israel baru-baru ini menjelaskan kepada media mengapa rencana aneksasi terhadap Tepi Barat ditangguhkan.

Kepada Reuters, menteri yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan alasan utamanya adalah masalah virus corona yang tak kunjung usai dan perpecahan politik di tubuh pemerintahan koalisi PM Benjamin Netanyahu.

Ia menambahkan bahwa meskipun Netanyahu dan mitra koalisinya, Benny Gantz, tampaknya setuju menganeksasi pada tanggal 1 Juli lalu, “telah ada diskusi tingkat kabinet ‘mendekati nol’ mengenai masalah ini.”

Partai oposisi Blue and White yang dipimpin oleh Gantz menolak aneksasi atas tanah Palestina. Namun suara mereka tidak didukung oleh kelas penguasa Israel.

Meskipun begitu, penolakan oposisi itu tidak didasarkan pada ketidaksetujuan terhadap rencana aneksasi itu sendiri, namun masalah ‘timing’.

“… Rencana [aneksasi sudah] benar, waktu yang salah,” kata menteri yang dilaporkan berasal dari Partai Blue and White itu.

“Kita berada di tengah-tengah krisis terbesar yang dihadapi Israel dalam beberapa dekade … dan akan menjadi tidak bertanggung jawab dan tidak sensitif jika kita melakukan hal-hal lain pada saat ini,” tambahnya.

Netanyahu telah berjanji untuk mencaplok hampir 30 persen wilayah Tepi Barat dan Lembah Jordan, sebuah tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Meskipun pencaplokan tidak diaktualisasikan pada 1 Juli, batas waktu yang ditentukan sendiri oleh Netanyahu sendiri, Israel tetap bersikeras untuk menganeksasi tanah Palestina di masa mendatang. (ra/palestinechronicles)

DISKUSI: