Teheran,LiputanIslam.com-Di hadapan para wakil Iran di luar negeri, Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan,”Di samping terbukanya jalur diplomatik untuk mencabut sanksi-sanksi, kita secara serius juga berupaya mementahkan sanksi-sanksi tersebut.”
Sebuah media AS mengabarkan lawatan diam-diam salah satu pejabat senior Pemerintahan Joe Biden ke Oman, yang tujuannya adalah membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran terkait isu nuklir.
Axios mengutip dari 5 pejabat AS, Israel, dan Eropa bahwa Brett McGurk pada Mei ini berkunjung ke Oman untuk berdiskusi dengan para pejabat negara itu soal potensi interaksi diplomatik dengan Iran.
Sebelum ini di masa terjadinya gelombang kerusuhan di Iran, Pemerintahan Biden berkali-kali menyatakan bahwa diplomasi dengan Iran tidak ada dalam agenda Gedung Putih. Di masa itu, media-media mengutip omongan Biden bahwa “kematian JCPOA sudah tiba, namun Gedung Putih tidak berniat mengumumkannya”.
Meski dengan adanya statemen-statemen resmi ini, laporan-laporan acak dari media-media Barat menunjukkan bahwa Gedung Putih menggeliat di balik layar untuk mencapai kesepakatan dengan Iran sesuai kepentingan-kepentingan AS.
Axios melaporkan bahwa McGurk melawat ke Muscat pada 8 Mei silam. Pertemuannya dengan Otoritas Oman dilakukan setelah kunjungannya bersama Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan ke Saudi dan Israel.
Tidak ada pengumuman terbuka, baik dari pihak AS atau Oman, terkait kunjungan tersebut. Sumber-sumber Axios mengatakan bahwa topik utama dalam pembicaraan kedua belah pihak adalah upaya diplomatik baru terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman. (af/fars/alalam)