Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Mengapa Mereka Membunuh Kennedy?

Published 09/05/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

ABC2Washington, LiputanIslam.com — Mantan Presiden AS John F. Keneddy (JFK) dibunuh oleh kelompok orang-orang jahat karena ia menentang Perang Vietnam dan kompleks industri militer. Hal ini disampaikan oleh Dr. Paul Craig Roberts, yang pernah bekerja di Gedung Putih di era JFK, lalu menjadi Asisten Menteri Keuangan di masa pemerintahan Reagan. Saat ini, ia merupakan editor dari Wall Street Journal, dan aktif menulis di berbagai media terkemuka.

Baca: AS dan Dunia, Masa Depan Penuh Kengerian

“JFK bermaksud menarik AS keluar dari Perang Vietnam jika ia terpilih kembali sebagai presiden. Ia bahkan ingin mencincang CIA menjadi seribu sepihan, dan membatasi wilayah militer-keamanan dalam menggunakan anggaran AS,” tulis Roberts, di blog pribadinya.

“Itulah sebabnya JFK dibunuh. Kejahatan orang-orang yang ada di Washington tidak hanya membunuh pihak asing yang mencoba melakukan hal yang benar, tetapi mereka juga membunuh orang Amerika sendiri,” lanjut dia.

JFK menjabat sebagai presiden AS ke-35, sampai akhirnya dibunuh pada 22 November 1963 di Dallas, Texas. Untuk menyelidiki pembunuhan tersebut, presiden penggantinya Lyndon B. Johnson mendirikan Komisi Warren pada tahun 1963. Akhir laporan Komisi Warren sebanyak 888 halaman yang dirilis pada tahun 1964 menyimpulkan bahwa pembunuh JFK, Lee Harvey Oswald, bertindak atas kemauannya sendiri.

Namun banyak peneliti dan akademisi yang berpendapat bahwa Oswald hanyalah bagian dari persekongkolan besar, yang memang ingin menjatuhkan JFK.

“Oswald tidak melakukan apapun dalam pembunuhan JFK, itulah sebabnya ia juga dibunuh dalam penjara Dallas sebelum diinvestigasi,” tulis Roberts.

“Komisi Warren sangat menyadari hal ini. Kambing hitam yang bisa menutupi kasus ini memang diperlukan karena AS telah terbelit dalam Perang Dingin dengan Uni Sovyet. Menempatkan Militer AS, CIA, dan Secret Service sebagai pembunuh JFK akan mengguncang kepercayaan rakyat AS terhadap pemerintah mereka,” papar Roberts.

Jurnalis Iran Hamid Golpira menulis, “Tiga presiden AS selanjutnya (setelah JFK) yaitu Lyndon B. Johnson, Richard Nixon, dan George H.W. Bush, berada di Dallas pada 22 November 1963, ketika JFK dibunuh.”

Menurut Hamid, bisa jadi kebetulan yang aneh ini memang benar-benar diatur untuk memberikan peringatan bagi presiden-presiden AS selanjutnya, bahwa ketika tidak taat pada perintah, maka mereka akan bernasib seperti JFK.

Banyak peneliti yang juga menyebut bahwa Israel juga memiliki motif untuk membunuh JFK, karena ia juga menentang program senjata nuklir Dimona. JFK meyakini bahwa kepemilikan senjata nuklir di Israel bisa memprovokasi negara-negara lainnya untuk berlomba-lomba menciptakan senjata nuklir. Tak ayal, hal ini menyebabkan ada ketegangan yang serius antara JFK dengan Israel. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account