Media Zionis: Masih Ada Jarak Jauh antara Sesumbar Serangan ke Iran dan Kemampuan Militer Israel

0
146

TelAviv,LiputanIslam.com– Baru-baru ini, Otoritas Israel kembali mengumbar ancaman untuk menyerang Iran. Pernyataan-pernyataan para petinggi Israel ini ditanggapi situs Haaretz dengan menyatakan. masih ada jarak cukup signifikan antara statemen agresif Otoritas Tel Aviv terhadap Iran dengan kemampuan militer Israel saat ini.

“Siapa pun yang mendengarkan pidato-pidato tradisional Menhan dan mantan PM Israel di seremoni kelulusan pilot, mungkin akan mengira bahwa Israel sedang mengkaji rencana serangan ke Iran dalam waktu dekat. Mantan Menhan Israel, Benny Gantz dalam pidatonya mengklaim akan melancarkan serangan ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran”,tulis Haaretz.

Saat berbicara tentang latihan perang gabungan Israel-AS beberapa waktu lalu, mantan PM Israel Yair Lapid belum lama ini juga menyebut-nyebut serangan militer ke tempat berjarak ribuan kilometer dari perbatasan Tanah Pendudukan. Ia secara implisit menyatakan bahwa serangan militer semacam ini adalah hal yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat.

Setelah itu, PM Benyamin Netanyahu juga mengumumkan bahwa misi terpenting Kabinetnya adalah “mencegah Iran memusnahkan Israel”.

Dia mengatakan, pemerintahannya akan berusaha menggagalkan upaya Teheran untuk “mendapatkan senjata nuklir”. Dalam pidatonya di parlemen Israel, ia juga berkata, ”Kami akan berupaya memperluas Kesepakatan Abraham dengan negara-negara Arab serta mengakhiri konflik antara Arab dan Israel.”

Menurut Haaretz, merilis statemen semacam ini (serangan ke Iran) baru berguna setelah terlebih dahulu mengkaji kondisi sebenarnya terkait kemampuan militer Israel. Di saat Israel belum memutuskan untuk membeli pesawat bagi Angkatan Udaranya, dan pesawat-pesawat pengisi bahan bakar baru juga belum akan diterima dari AS hingga 4 tahun ke depan, wacana serangan (ke Iran) dinilai Haaretz sebagai visi yang salah. Selain itu, imbuh Haaretz, Israel juga masih dipusingkan dengan meningkatnya operasi perlawanan di kawasan pendudukan dan serangan siber ke sejumlah instansi Pemerintahan. (af/yjc)

DISKUSI: