Beirut,LiputanIslam.com-Situs Lebanon al-Ahed dalam tulisannya membahas pentingnya hubungan Iran-Mesir serta alasan yang menyebabkan AS-Israel marah atas rekonsiliasi kedua negara tersebut.
Menurut al-Ahed, pentingnya hubungan Iran-Mesir memiliki dua aspek umum dan khusus.
Terkait aspek pertama, al-Ahed menyatakan bahwa ini adalah hubungan antara dua negara besar yang memiliki bobot besar regional, populasi, dan militer. Kerja sama antara negara-negara besar di Kawasan bukan hanya menguntungkan rakyat negara-negara itu, tapi juga rakyat di Kawasan, karena akan melindungi mereka dari berbagai ancaman. Selain itu, kerja sama ini akan memunculkan proyek-proyek besar bersama, yang akan menggantikan proyek-proyek imperialis yang hanya menyengsarakan bangsa-bangsa Kawasan.
Adapun terkait aspek kedua, Mesir adalah salah satu negara terbesar yang mengepung Israel, serta merupakan gerbang utama Gaza dan kubu Resistansi. Sejarah perlawanan Mesir versus Rezim Zionis masih terekam dalam ingatan.
Di sisi lain, Iran adalah pendukung terbesar Resistansi dan pemimpin Poros Resistansi. Berdasarkan penilaian institusi-institusi keamanan Israel, Iran adalah ancaman terbesar bagi Rezim Zionis.
“Tiap level dari koordinasi antara Mesir dan Iran merupakan mimpi buruk bagi Rezim Zionis. Hal ini adalah mimpi buruk progresif dari level terendah, yaitu dipatahkannya isolasi dan blokade Resistansi, hingga level tertinggi yang merupakan harapan kubu Resistansi agar Mesir kembali ke opsi perlawanan dan tidak lagi mengakui Israel”,tulis al-Ahed. (af/fars)