Media Barat Ciptakan Narasi Insiden Pesawat untuk Jatuhkan Iran dan Rusia

0
50

Tehran, LiputanIslam.com—Penyebab kecelakaan pesawat Penerbangan 752 di Tehran, yang menewaskan 176 orang, masih belum diketahui. Namun, media arus utama segera menggunakan isu ini untuk menciptakan narasi propaganda anti Iran dan Rusia.

Pesawar Ukraine International Airlines (UIA) Boeing 737 lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Rabu (8/1) pagi. Pesawat dengan tujuan Kiev itu terbang di tengah ketegangan serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak. Tujuh menit setelah lepas landas, pesawat itu jatuh. Sembilan awak pesawat dan 167 penumpang, termasuk 15 anak-anak, meninggal dunia.

Laporan awal menyebut penyebab insiden ini adalah “masalah teknis”. Namun pada Kamis pagi, narasi telah bergeser. Media CBS melaporkan bahwa para pejabat AS “meyakini bahwa Iran menembak jatuh sebuah pesawat jet Ukraina.”

Media AP kemudian menyebut spekulasi itu “sangat mungkin [benar adanya].” Sementara itu, New York Times dengan tegas menulis laporan: “Sebuah rudal Iran secara tidak sengaja menjatuhkan pesawat jet Ukraina minggu ini, menewaskan seluruh orang di dalamnya, kata pejabat Amerika dan sekutu pada hari Kamis …”

Laporan-laporan media ini diulang oleh PM Kanada, Justin Trudeau. Kepada wartawan, ia mengatakan: “intelijen dari berbagai sumber … menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran.”

Ini merupakan fenomena yang bernama “citogenesis” atau “circular reporting”, yaitu pembuatan narasi melalui pelaporan melingkar dan hanya mengandalkan pernyataan suatu pihak sebagai bukti. Circular reporting terjadi ketika, misalnya, media A merilis informasi palsu dan media B menyadur laporan itu dengan mengutip A sebagai sumber informasi asli.

Padahal, hanya sehari sebelumnya, media Reuters melaporkan sesuatu yang sama sekali berbeda. Mengutip “sumber keamanan Kanada,” Reuters menulis:

“Penyelidikan awal dari badan intelijen Barat adalah bahwa pesawat itu tidak dijatuhkan oleh rudal. Tidak ada bukti yang membenarkan [bahwa Iran yang bersalah],”… Reuters menambahkan, penyebab insiden tersebut kemungkinan adalah “kerusakan teknis”.

Alih-alih bersikap skeptis terhadap klaim yang diambil secara anonim oleh badan intelijen, media-media Barat dengan gembira mengambil framing bahwa “Iran menembak jatuh pesawat”. Beberapa bahkan menambahkan jika “rudal Rusia” juga terlibat.

Padahal, sumber-sumber anonim intelijen itu memiliki catatan kebohongan yang masif, dari “serangan kimia” Douma dan “senjata pemusnah massal” Irak hingga seluruh hoaks tentang Russiagate.

Pada titik ini, dengan narasi kebohongan yang dibangun media Barat dan kebijakan pemerintah selanjutnya yang akan memakai sumber-sumber tersebut, realitas aktual di lapangan tidak akan digubris hingga kapanpun. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: