Mantan Petinggi Militer Zionis Sebut Tentara Israel di Ambang Keruntuhan

0
167

TelAviv,LiputanIslam.com– Dosen universitas militer dan mantan Panglima Israel, Yitzhak Barik dalam tulisannya mengkritik kedangkalan pelatihan serdadu Israel. Ia berpendapat, kelangkaan serdadu di unit-unit tempur adalah titik besar kelemahan militer Rezim Zionis.

“Selain itu, tiadanya keamanan kerja juga kian memperbesar masalah. Sampai  saat ini, Tentara Israel telah memecat sebagian besar perwira dengan alasan-alasan administratif yang tidak bisa diterima, sehingga menyebabkan kerugian yang tak bisa dihitung”, tulis Barik dalam artikel yang dimuat situs Ibrani, Mida.

“Para perwira dan serdadu tidak lagi bisa mengabdi dalam waktu lama di Tentara Israel. Mereka justru memutuskan untuk pulang ke rumah. Ini akan membawa akibat buruk bagi Tentara. Informasi keuangan mereka juga menunjukkan buruknya kondisi ekonomi mereka. Ini menyebabkan para perwira andal kabur dari Tentara dan memberikan pukulan telak kepada kualitas kinerja Tentara,” imbuhnya.

“Hingga tahun 2026 nanti, Unit Udara Israel akan kehilangan 55 persen dari awak profesionalnya. Dampak buruk jangka panjangnya akan terlihat di sektor-sektor terpenting Unit Udara, yaitu SDM, mekanik pesawat, kontroler, teknisi sistem khusus, dan para penyusun misi.”

“Sebagian besar dari awak profesional ini tidak tergantikan. Hingga tahun 2025 nanti, separuh dari mereka akan meninggalkan Tentara dan digantikan dengan orang-orang tak berpengalaman. Artinya, Angkatan Udara akan sampai ke level kelemahan dan kelangkaan personel yang belum terjadi sebelum ini.”

Ia menambahkan, problem ini tidak terbatas di Angkatan Udara saja, tapi juga meliputi sektor-sektor lain di Tentara Israel. Barik berpendapat, kebijakan salah para pemimpin senior Tentara telah mengakibatkan kerugian serius, dan menjadi seperti bola salju yang awalnya kecil, namun lama kelamaan membesar dan satu-satunya jalur yang dituju adalah jurang. (af/alalam)

DISKUSI: