Mantan Dubes Italia Bongkar Dusta BBC Soal Soleimani

0
147

Teheran,LiputanIslam.com-Marco Carnelos (mantan dubes Italia di Irak) dalam tulisannya mengungkap sejumlah penyelewengan fakta stasiun BBC tentang panglima pasukan al-Qods IRGC.

Melalui tulisan yang dimuat Middle East Eye ini, Carnelos menyatakan, film dokumenter BBC mengesankan Qassem Soleimani sebagai figur yang sangat berhasrat untuk berunding dengan AS. Para pejabat AS mengklaim, mereka telah berulangkali menolak permintaan Soleimani untuk berunding. Padahal, tulis Carnelos, faktanya berbanding terbalik dengan klaim tersebut.

Carnelos di masa lalu adalah penasihat sejumlah perdana menteri Italia untuk urusan Timur Tengah dan utara Afrika. Dalam tulisannya, dia menyebut Soleimani sebagai “master strategi.” Dia juga berpendapat, opini BBC tentang Soleimani dan peran Iran di Timteng “sangat dangkal.”

“Para pejabat AS yang diwawancarai BBC mengilustrasikan musuh mereka (Soleimani) sebagai orang yang ingin menjalin hubungan dengan mereka. Mereka mengaku telah menolak permintaan-permintaannya secara sistematis. Namun, berdasarkan pengalaman saya di Irak, faktanya justru sebaliknya,”tulis Carnelos.

“Selama dua tahun masa jabatan di Irak, para pejabat AS berulangkali meminta saya menyampaikan pesan kepada milisi Syiah. Kebanyakan permintaan mereka adalah agar saya mengatur pertemuan dengan para petinggi Iran. Namun, permintaan-permintaan ini ditolak oleh dua dubes Iran yang saya kenal, dan disebut-sebut bahwa mereka adalah anggota IRGC serta bawahan Soleimani.”

Di bagian akhir tulisannya, Carnelos menyebut penilaiannya tentang panglima ternama Iran tersebut. Dia menulis,”Tak ada keraguan bahwa Soleimani adalah seorang perwira militer luar biasa. Beberapa orang yang pernah bergaul dengannya, termasuk Mowaffak al-Rubaie (mantan penasihat keamanan nasional Irak), meringkas karakteristiknya sebagai berikut: sangat cerdas, sangat termotivisi dari sisi ideologi, dan lebih penting dari semuanya, dia menggabungkan antara kemampuan taktikal dan strategis.”

“Dia memiliki keberanian, kerendahan hati, komitmen revolusioner, dan sehati dengan para bawahannya. Dia adalah motivator ulung dan pendengar yang sabar, sehingga dia memudahkan dialog antara jaringan luas di lapangan. Ini adalah sifat-sifat yang jarang ditemukan dalam diri musuh-musuh Israel dan Arabnya. Faktor utama kesuksesannya adalah memanfaatkan banyak kekeliruan yang dilakukan para musuhnya,”pungkas Carnelos. (af/yjc)

DISKUSI: