Mana yang Harus Dikhawatirkan Gedung Putih, Corona di AS atau Iran?

0
74

Teheran,LiputanIslam,com-“AS mengkhawatirkan kondisi Corona di Iran. Kami mengulang kembali tawaran kami untuk memberi bantuan; tawaran yang sebelum ini sudah diajukan pada Februari lalu.” Ini adalah tweet Jubir Kemenlu AS, Morgan Ortagus yang ditujukan kepada rakyat Iran.

Ini adalah pesan yang jelas untuk mengesankan ketidakmampuan Iran dalam menangani pandemi Corona. Yang menarik adalah, pesan ini dikicaukan Ortagus hanya beberapa hari setelah Donald Trump dikabarkan terpapar virus tersebut.

Meski salah satu faktor utama penyebaran Corona di Iran adalah embargo kejam yang diberlakukan Washington atas Teheran, yang membuat Iran tidak bisa mengimpor obat-obatan, termasuk vaksin influenza, namun tidak ada salahnya bahwa dalam kondisi tak seimbang ini, kita menakar klaim Jubir Kemenlu AS secara ilmiah dan berdasarkan informasi global.

Untuk itu, kita akan menyebutkan 2 statistik tentang kasus positif dan korban jiwa akibat Corona. Lantaran populasi AS 4 kali lipat lebih banyak dari Iran, statistik ini dibuat berdasarkan kasus positif dan korban jiwa per satu juta orang. Dengan demikian, kita bisa memahami perbandingan kondisi Corona di Iran dan AS.

Kasus Positif AS 4 Kali Lebih Banyak dari Iran

Berdasarkan statistik dari WHO hingga Minggu (11/10) kemarin, jumlah total kasus positif Corona di AS adalah 7.945.505, sedangkan di Iran adalah 496.253. Jumlah penduduk AS lebih dari 328 juta jiwa, sementara di Iran sekitar 82 juta orang.

Dengan demikian, jika kita kembali ke saat Ortagus mengutarakan “kekhawatirannya” untuk Iran, AS memiliki 23.629 kasus positif untuk tiap satu juta orang, sedangkan Iran hanya 5.793 per satu juta orang. Dengan kata lain, jumlah kasus positif AS 4 lebih banyak dari Iran.

Jumlah Kematian di AS 2 Kali Lebih Banyak dari Iran

Kondisi serupa juga berlaku terkait jumlah kematian akibat Corona. Sesuai statistik terakhir, AS memuncaki daftar korban jiwa akibat virus ini di dunia.

Berdasarkan statistik WHO, sudah ada 219.282 orang yang meninggal akibat Corona di AS, sementara di Iran ‘hanya’ 28.293 orang. Dengan kata lain, Ortagus mengaku cemas atas kondisi pandemi di Iran di saat 657 orang mati dari tiap 1 juta orang di AS. Namun di Iran, dengan adanya semua embargo ini, dari tiap 1 juta orang, yang meninggal adalah separuh dari jumlah korban jiwa di AS, yaitu 331 orang. (af/fars)

DISKUSI: