Mahasiswa Iran Dideportasi dari AS Tanpa Alasan Jelas

0
82

Boston, LiputanIslam.com—Seorang mahasiswa Iran yang sudah memegang visa pelajar F-1 yang valid dideportasi dari AS tanpa alasan yang jelas.

Mohammad Shahab Dehghani Hossein Abadi tiba di Boston pada hari Minggu (19/1) lalu untuk melanjutkan studinya di Northeastern University. Namun, ia ditahan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) di Bandara Internasional Boston Logan.

Mahasiswa jurusan ekonomi berusia 24 tahun itu sebelumnya pergi ke Iran untuk kunjungan singkat lalu terbang kembali ke AS untuk memulai semester musim semi. Di bandara Boston, ia ditahan untuk diinterogasi dua kali, sebuah perlakuan yang umum terjadi bagi warga Iran di bandara AS. Demikian kata pengacara Abadi, Kerry Doyle.

Ketika dia ditahan, hakim pengadilan distrik Massachusetts memberi izin bagi Abadi agar dapat tinggal untuk sementara, namun ia langsung dideportasi pada Senin (20/1) malam.

Pejabat CBP menuding Abadi berencana tinggal di AS secara permanen dan melanggar visa pelajarnya, namun Doyle menolak klaim tersebut.

“Sama sekali tidak ada bukti tentang itu,” kata sang pengacara.

“[Abadi] tidak memberikan ancaman aktivitas teroris dan tidak memiliki catatan kriminal di negara mana pun… Tidak jelas mengapa CBP baru sekarang memutuskan, setelah melakukan proses penerbitan visa penuh, bahwa visa pelajar Penggugat harus dicabut.”

Universitas Northeastern merespon lewat sebuah pernyataan bahwa pihak mereka belum menerima “penjelasan memuaskan” dari CBP atas kasus deportasi mahasiswa mereka.

Kasus ini dikritik oleh sejumlah anggota parlemen dan American Civil Liberties Union of Massachusetts. Senator Massachusetts Ed Markey juga telah bertanya kepada agen imigrasi tentang alasan di balik deportasi Dehghani, namun ia tidak mendapat jawaban.

Sementara itu, Senator Elizabeth Warren dalam tweet-nya menekankan bahwa mahasiswa Iran itu sudah punya “visa F1 yang sah.”

“Kita harus melawan kebijakan xenophobia pemerintah Trump,” sambungnya. (ra/presstv)

DISKUSI: