Los Angeles Times: Kebijakan Bin Salman Bisa Munculkan ‘Pasukan Amarah’ di Saudi

0
205

Riyadh,LiputanIslam.com– Los Angeles Times membahas kebijakan-kebijakan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman dalam laporan berjudul “Dancing is In, Dissent is Out as Saudi Arabia’s Crown Prince Transforms His Country.” Harian AS ini menilai, kebijakan persekutif yang dijalankan MbS membuat khawatir dan membahayakan masyarakat Saudi, sebab itu akan mendatangkan potensi kemunculan “pasukan-pasukan amarah” yang tidak bisa dikontrol.

“Warga Saudi tidak puas dengan kebijakan-kebijakan MbS. Biaya amat besar untuk proyek-proyek hiburan yang gemerlap telah membuat problem infrastruktur darurat di negara ini terlupakan.”

“MbS secara sengaja telah menghapus peran sistem musyawarah, yang sebelum ini selalu digunakan di tengah keluarga kerajaan Al Saud. Dia melakukan tindakan keji untuk mempersekusi para penentang kebijakan-kebijakannya,”tulis Los Angeles Times.

Harian AS ini memperingatkan, proses perubahan sosial di Saudi terjadi berbarengan dengan persekusi politik dan pembatasan kekuasaan hanya untuk satu orang, yaitu MbS.

Menurut Los Angeles Times, MbS secara sengaja menggunakan tindakan ekstrem untuk membatasi dan menyingkirkan siapa saja yang menentang kebijakannya. Cara serupa digunakan untuk melenyapkan jurnalis Washington Post asal Saudi yang tinggal di AS, Jamal Khashoggi. Dia dibunuh pada Oktober 2018 oleh tim Saudi di Konsulat negara itu di Istanbul, Turki.

Menurut laporan lembaga-lembaga HAM, pada musim panas lalu 2 wanita Saudi divonis penjara selama 34 dan 45 tahun lantaran menyatakan penentangan mereka di jaringan medsos. Ini adalah vonis penjara terlama yang pernah dijatuhkan terhadap para aktivis.

Los Angeles Times menyatakan, MbS adalah satu-satunya orang di Dinasti Saud yang berani membuat perubahan mendalam di tengah masyarakat negara monarki ini, sebab apa yang disaksikan di Saudi sekarang ini tidak bisa dibayangkan dalam beberapa tahun lalu.

Harian ini bahwa “konsumsil alkohol di Saudi masih dilarang, tapi diduga akan diperkenankan pada tahun 2023”. Los Angeles Times menambahkan, MbS ingin mengubah wajah Saudi dari sebuah negeri religius konservatif menjadi “pusat hiburan di Timteng.” (af/alalam)

DISKUSI: