Lockdown di Prancis Diperpanjang Hingga 11 Mei

0
314

Paris, LiputanIslam.com–Presiden Prancis Emmanuel Macron memperpanjang lockdown akibat wabah corona hingga 11 Mei mendatang. Sebelumnya, Prancis berencana mencabut lockdown pada hari Selasa (15/4) esok.

Dalam pengumuman yang disiarkan lewat TV pada hari Senin (13/4), Macron mengatakan bahwa pemerintahnya telah membuat kemajuan dalam perang melawan COVID-19, tetapi perang itu belum usai. Prancis pun akan mengikuti kebijakan Italia dalam memperpanjang lockdown tanpa ada pelonggaran seperti di Spanyol. Menurut Macron, situasi yang masih tegang di rumah sakit Paris dan Perancis timur menunjukkan bahwa tidak mungkin ada pelonggaran.

Sejak 17 Maret lalu, 67 juta warga Prancis diperintahkan untuk melakukan karantina di rumah dan hanya boleh keluar untuk membeli makanan, pergi bekerja, mencari perawatan medis atau berolahraga sendiri.

“Saya sepenuhnya memahami upaya yang saya minta dari Anda,” kata Macron. “Kapan kita bisa kembali ke kehidupan normal? Saya ingin sekali menjawab pertanyaan Anda. Tapi jujur saja, saya harus dengan rendah hati memberi tahu Anda bahwa kami tidak memiliki jawaban yang pasti,”

Ia pun berjanji bahwa sekolah dan toko akan dibuka kembali secara progresif pada 11 Mei. Namun, restoran, hotel, kafe, dan bioskop harus ditutup lebih lama, tambahnya. Kedatangan internasional dari negara-negara non-Eropa akan tetap dilarang sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Macron mengakui negaranya belum cukup siap menghadapi tantangan wabah corona sejak dini. “Apakah kita siap untuk krisis ini? Dalam menghadapinya, tidak cukup… Saat ini, jujur saja, masih ada celah, kekurangan. Seperti setiap negara di dunia, kami tidak memiliki sarung tangan, gel tangan, kami belum mampu memberikan masker sebanyak yang kami inginkan kepada para profesional kesehatan kami.” (ra/Reuters)

DISKUSI: