Liz Truss Mundur, Biden Yakin AS Tak Akan Bernasib Seperti Inggris

0
238

London, LiputanIslam.com –Perdana Menteri Inggris Liz Truss secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya, Kamis (20/10/2022). Berbagai sumber pemberitaan mengabarkan bahwa pengunduran diri Truss ini menciptakan rekor sebagai perdana menteri paling singkat menjabat dalam sejarah pemerintahan Inggris.

Menanggapi pengunduran diri Truss, Presiden AS Joe Biden menunjukkan sikap lebih fokus kepada ekonomi dalam negeri AS yang sedang berhadapan dengan krisis. Biden yakin bahwa apa yang terjadi pada Inggris tak akan berimbas kepada AS. Biden mengklaim bahwa dirinya tidak khawatir limpahan krisis ekonomi di Inggris akan berdampak pada AS. Pernyataan Biden ini disampaikan dalam konteks adanya asumsi bahwa AS memiliki problem yang mirip dengan Inggris, sehingga, krisis ekonomi dan politik yang terjadi di Inggris bisa menular kepada AS.

Kepada para wartawan, Biden menyebut Truss sebagai mitra yang baik. Gedung Putig juga menggambarkan bahwa Inggris adalah sekutu yang kuat. Biden juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Truss atas kemitraannya dalam berbagai isu, terutama dalam kasus konflik Rusia-Ukraina.

Tanggapan dari Negara-Negara Lain

Tanggapan lainnya muncul dari Prancis. Presiden Emmanuel Macron dalam pernyataannya mengungkapkan kesedihannya atas mundurnya Liz Truss. Macron menyebut Trus sebagai rekan, sehingga pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri membuatnya sedih.

PM Irlandia Micheal Martin mengatakan pentingnya Inggris segera memilih penerus Truss untuk menjamin stabilitas. Urgensi ini dikaitkan dengan apa yang disebut Martin sebagai perang besar yang sedang berlangsung di Eropa.

Adapun PM Belanda Mark Rutte, selain mengungkapkan keprihatinannya atas kasus pengunduran diri Truss, juga menyatakan bahwa ia siap bekerja sama dengan siapa pun PM Inggris selanjutnya. Rutte menyatakan bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Truss. Rutte mengaku memiliki banyak kesamaan pandangan dengan Truss dalam banyak isu internasional. Ia berharap, perdana menteri Inggris selanjutnya adalah sosok yang juga bisa bekerja sama dengan Belanda.

Sementara itu, Rusia justru menyebut Truss sebagai perdana menteri yang memalukan. Pernyataan ini disampaikan Moskow merujuk kepada pernyataan Truss kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Februari lalu bahwa bagi Inggrus dua wilayah Donbass adalah bagian dari Ukraina

Truss, menyatakan mundur setelah rencana stimulus ekonomi yang disusunnya justru menyebabkan kekacauan ekonomi dan politik, sekaligus membuatnya kehilangan dukungan partainya sendiri, yaitu Partai Konservatif. Al-Alam melaporkan bahwa pengunduran diri Truss ini dikaitkan dengan kegagalannya dalam menerapkan program ekonomi negara yang saat ini sedang terancam resesi. Gara-gara kegagalannya di bidang ekonomi itu, Truss juga dianggap gagal menciptakan stabilitas politik dalam negeri. Ini menandakan betapa sangat kacaunya kondisi politik di Inggris.

Sejak sepekan terakhir ini, posisi politik Truss memang terus mengalami guncangan. Lembaga kajian politik YouGov Selasa (18/10/2022) merilis hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa mayoritas pemilih Partai Konservatif menghendaki pemgunduran diri Truss.

Meskipun sudah mengundurkan diri, Truss akan tetap pada posisinya sebagai perdana menteri, sampai terpilihnya perdana menteri yang baru. Perdana menteri baru ini masih tetap berasal dari Partai Konservatif sebagai pemenang pemilu. Channel Sky News menyatakan bahwa Borris Johnson kemungkinan akan diminta kembali ke posisinya sebagai perdana menteri menggantikan Liz Truss. (os/Reuters/Al-Alam)

DISKUSI: