Lavrov: Barat Berusaha Kesankan Rusia ‘Sumber Ancaman Nuklir’

0
177

Moskow,LiputanIslam.com-Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan, Barat menggunakan tipuan dan muslihat untuk mencitrakan Rusia sebagai “ancaman nuklir.”

“Negara-negara Barat menyelewengkan segala sesuatu untuk mengesankan Rusia tengah melontarkan ancaman nuklir dan penggunaan senjata atom di Ukraina. Mereka menggunakan berbagai kebohongan dan rekayasa jelas dalam hal ini, namun tentu kita sudah terbiasa dengan semua itu,”kata Lavrov.

Menurutnya, AS dan para sekutunya secara aktif berusaha menjadikan propaganda nuklir dalam agenda globalnya terkait masalah Ukraina.

Presiden AS Joe Biden pada Kamis lalu mengatakan bahwa ancaman serangan nuklir yang dilontarkan Presiden Rusia, Vladimir Putin adalah “ancaman nyata”. Biden mengklaim, penyebab nyatanya ancaman ini adalah kinerja Tentara Rusia yang sangat lemah.

“Bahaya ancaman nuklir telah mencapai puncaknya sejak era krisis rudal Kuba di tahun 1962,” ujar Biden.

Presiden AS menambahkan bahwa penggunaan senjata taktis dengan kekuatan rendah mungkin akan lepas kendali secara cepat dan menghancurkan dunia.

Pernyataan Biden terlontar setelah baru-baru ini situs Hill, menyusul gelombang opini AS soal ancaman nuklir, dalam artikelnya menulis bahwa Otoritas Washington menjadi panik usai Presiden Rusia melayangkan ancaman akan menggunakan perangkat senjata nuklir.

Menhan AS, Lloyd Austin dalam wawancara dengan CNN mengatakan, ”Saya katakan secara blak-blakan bahwa pengambil keputusan dalam masalah ini adalah satu orang. Tidak ada satu pun penghalang bagi Putin. Sebagaimana Putin telah memutuskan untuk menyerang Ukraina, dia bisa saja mengambil keputusan lain.”

Menlu AS, Antony Blinken juga mengatakan kepada stasiun televisi CBS, ia telah memberi tahu para petinggi Rusia agar jangan membicarakan penggunaan senjata nuklir dengan santai.

“Sangat penting bahwa Moskow mendengarkan ucapan kita dan tahu bahwa dampak (nuklir) akan sangat mengerikan,” ujar Blinken. (af/fars/alalam)

DISKUSI: