TikTok Gugat Trump karena Dilarang Beroperasi di AS

0
85

Washington, LiputanIslam.com–TikTok kembali mengadukan pemerintah Trump secara hukum untuk kedua kalinya untuk mencegah pelarangan pengoperasian aplikasi itu di AS.

TikTok dan pemilik aplikasi itu, ByteDance, meminta hakim di pengadilan federal Washington untuk memblokir langkah pemerintah Trump yang melarang aplikasi itu beroperasi di AS.

Menurut laporan Bloomberg, pengaduan itu diajukan pada Jumat (18/9) malam, tak lama setelah Departemen Perdagangan mengumumkan bahwa warga di AS tidak akan dapat mengunduh layanan berbagi video itu mulai hari Minggu besok.

Aplikasi buatan perusahaan China itu menuding Trump bertindak melewati batas otoritasnya dan mengklaim keputusannya itu didasarkan pada alasan politik, bukan karena “ancaman”.

Di dalam gugatan tersebut, tim TikTok menyebut kebijakan Trump itu dapat “menghancurkan komunitas online tempat jutaan orang Amerika berkumpul untuk mengekspresikan diri.”

Selain itu, larangan tersebut disebut melanggar hak kebebasan berbicara Amandemen Pertama, dan bahwa pemerintah AS “mengabaikan bukti” yang menunjukkan komitmen TikTok terhadap privasi.

TikTok menggugat pemerintahan Trump untuk pertama kalinya pada Agustus lalu, tak lama setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengancam akan melarang pengoperasian aplikasi itu atas dugaan masalah keamanan nasional.

Pemerintah China pun pada gilirannya menuding Washington melakukan “penindasan ekonomi yang terorganisir dan sistematis” terhadap perusahaan asing. (ra/rt)

DISKUSI: