Kritik Blunder Islamophobia, Erdogan Sebut Macron Butuh Pengobatan Mental

0
83

Ankara, LiputanIslam.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron memerlukan pengobatan mental akibat sikap buruknya terhadap Muslim and Islam.

Awal bulan ini, Macron berjanji untuk melawan “separatisme Islam” yang menurutnya telah mengancam akan mengendalikan sejumlah komunitas Muslim di Prancis. Selain itu, dia membela aksi majalah satir Charlie Hebdo menghina Nabi Muhammad saw dengan dalih bahwa kebebasan berekspresi adalah yang tersuci dan di atas segalanya.

“Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Muslim dan Islam? Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mental,” kata Erdogan dalam pidatonya di kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di kota Kayseri,  Turki, pada hari Sabtu (24/10).

“Apa lagi yang bisa dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan yang berperilaku seperti itu kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan pemeluk agama yang berbeda? Pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental,” tambahnya.

Erdogan dan partai AK konservatifnya telah memerintah Turki selama 18 tahun setelah mengambil alih negara berpenduduk 75 juta orang itu selama krisis politik dan kemerosotan ekonomi pada tahun 2002.

Menyusul komentar pedas Erdogan itu, Prancis memanggil Duta untuk Turki mereka untuk berkonsultasi setelah menilai pidato sang presiden “tidak dapat diterima”.

“Komentar Presiden Erdogan tidak bisa diterima…. Sikap kasar bukanlah cara [yang baik]. Kami menuntut agar Erdogan mengubah arah kebijakannya karena itu berbahaya dalam segala aspek,”  kata seorang pejabat kepresidenan Prancis kepada kantor berita AFP. (ra/aljazeera)

DISKUSI: