Kongres AS Kaji Draf Larangan Aksi Militer ke Iran

0
79

Washington,LiputanIslam.com-Dua senator AS dari Partai Demokrat menyatakan, mereka akan mengajukan draf ke Kongres, yang jika disahkan, akan mencegah presiden AS memerintahkan serangan ke Iran tanpa adanya izin khusus dari Kongres.

Melalui kolom yang ditulis bersama di Washington Post, Rabu (6/3), Tom Udall (senator dari New Mexico) dan Richard Durbin (senator dari Illinois) menuduh pemerintahan Trump berupaya memicu perang terhadap Iran dengan dalih-dalih remeh. Mereka berpendapat, Kongres harus mengesahkan undang-undang baru untuk menghadapi upaya semacam ini.

Udall dan Durbin menegaskan, mereka akan mengajukan kembali draf “Prevention of Unconstitutional War with Iran Act” ke Senat AS dengan dukungan para senator dari dua partai Demokrat dan Republik.

Draf ini telah diajukan ke Senat AS beberapa bulan lalu. Namun karena saat itu periode Senat hanya tinggal beberapa bulan dan di saat yang sama, pemerintah dan Kongres sedang berselisih soal anggaran, draf ini batal dikaji oleh Senat.

Berdasarkan undang-undang AS, jika sebuah draf belum disahkan dengan berakhirnya satu periode kongres, maka draf itu akan dikeluarkan dari agenda kerja kongres pada periode berikutnya. Namun pendukung draf itu bisa mengajukannya kembali ke kongres.

Konten draf baru ini masih belum dipublikasikan. Namun dalam draf sebelumnya, ditegaskan bahwa Kongres AS adalah satu-satunya rujukan untuk menyatakan perang kepada suatu negara. Sebab itu, lembaga eksekutif harus meminta izin dari Kongres jika hendak berperang.

Sebelum ini, ada sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa sebagian orang, termasuk John Bolton (penasihat keamanan nasional AS) dan Mike Pompeo (menlu AS), bisa jadi akan menyerang Iran dengan dalih kerjasama Teheran dengan al-Qaeda.

Nama-nama para senator pendukung draf ini belum diumumkan. Namun dalam periode Senat sebelumnya, ada 10 senator yang secara resmi mendukung draf ini. Di antara mereka adalah Rand Paul (senator dari Republik) dan Bernie Sanders (senator dari Demokrat). Senat AS terdiri dari 100 senator dan butuh suara sedikitnya separuh dari jumlah tersebut untuk mengesahkan sebuah draf. (af/fars)

DISKUSI: