Kondisi Penjara-penjara Israel Memanas Usai Gugurnya Khidr Adnan

0
211

Gaza,LiputanIslam.com-Kondisi di penjara-penjara Israel dilaporkan tidak aman menyusul kabar gugurnya tawanan Palestina Khidr Adnan.

Jurnalis al-Alam di Ramallah melaporkan, penjara-penjara Israel menjadi ajang bentrokan antara para tahanan Palestina dengan Otoritas Penjara.

Lembaga Penjara Israel dalam statemen resminya memberitakan kematian Adnan setelah melakukan mogok makan selama 86 hari.

Harian Yedioth Ahronoth mengklaim, Adnan ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di selnya. Dia lalu dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Sebelum ini, Pengadilan Militer Israel menolak untuk membebaskan Adnan, kendati telah mogok makan selama hampir 3 bulan sebagai bentuk protes terhadap penahanan ilegalnya.

Pengadilan Militer Israel pada hari Minggu lalu mengadakan rapat untuk membahas kemungkinan pembebasan Adnan dengan jaminan. Namun Pengadilan memutuskan untuk menangguhkan pembebasan Adnan, meski dia juga dalam kondisi kritis.

Adnan dibawa ke rumah sakit pekan lalu setelah kondisinya kian memburuk. Namun Rezim Zionis melarang siapa pun, termasuk pengacara, dokter, atau kuasa hukumnya untuk menjalin kontak dengannya.

Setelah penolakan Pengadilan Militer Israel, Jihad Islam menegaskan bahwa Rezim Zionis bertanggung jawab atas nyawa tahanan Palestina tersebut.

Jubir Jihad Islam di Tepi Barat, Tariq Izzuddin mengumumkan, penolakan ini sama saja dengan instruksi hukuman mati atas Adnan.

“Jika Syekh Adnan gugur, kami memandangnya sama saja dengan teror. Para penjajah harus menerima akibat dari kejahatan ini,”kata Izzuddin. (af/alalam)

DISKUSI: