Kondisi Internal Kacau, Israel Disebut Mustahil Menangi Perang

0
56

TelAviv,LiputanIslam.com-Mantan Kepala Komite Pengaduan Tentara Israel, Jenderal Yitzhak Barik, menyatakan ada kemunduran yang jelas terlihat di dalam satuan dan kamp-kamp militer Israel. Menurutnya, kemunduran ini disebabkan pengabaian, ketidakpedulian, dan cacat dalam perilaku kemiliteran.

Dalam wawancara dengan Kanal 14 Israel, Barik mengaku ia ini telah mengunjungi sejumlah satuan militer baru-baru ini. Di sana ia menyaksikan kegagalan militer nyata di tengah mereka, termasuk tidak adanya perhatian terhadap kedisiplinan militer dan perilaku kemiliteran.

Jika situasi ini tidak diperbaiki, kata Barik, Militer Israel tak bakal maju dan tak mungkin menang dalam pertempuran mendatang mana pun.

Pada Desember silam, Barik juga telah memperingatkan soal kemampuan dan perangkat Tentara Israel. Ia mengatakan, tidak ada perhatian secara profesional terhadap senjata-senjata di lapangan, baik dari sisi perawatan, perbaikan saat rusak, atau munculnya masalah teknis.

Jenderal Israel ini berpendapat, hal ini akan membuat Israel kehilangan banyak serdadunya dalam perang mendatang. Ini adalah sebuah peringatan tentang terjadinya bencana militer nyata bagi Rezim Zionis, imbuhnya.

Dalam sebuah artikel yang ditulisnya sebelum ini, Barik menyatakan bahwa Israel akan menghadapi skenario terburuk jika terlibat dalam sebuah perang besar.

Ia berpendapat, Tentara Israel tidak siap untuk terjun dalam perang. Di saat bersamaan, para panglima dan petinggi militer juga tidak memerhatikan masalah dan problem yang ada di internal Tentara.

Barik menegaskan, perang mendatang apa pun akan menimbulkan kerugian sangat besar. Rata-rata 3 ribu rudal akan ditembakkan per hari ke arah Tanah Pendudukan dari berbagai front.

“Dalam sebuah skenario, pasukan sekutu Iran di Suriah, Yaman, dan Irak akan terjun ke perang. Di saat berbarengan, Hamas juga akan menembakkan rudal dan menerbangkan drone dari Gaza Hal ini bisa sangat mengerikan bagi Israel,” kata Barik. (af/fars)

DISKUSI: