Koalisi Saudi Dianggap Buang-buang Waktu dalam Perundingan Gencatan Senjata

0
97

Sanaa,LiputanIslam.com– Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Muhammad Ali al-Houthi menegaskan bahwa ada banyak kemajuan yang telah dicapai dalam perundingan gencatan senjata dengan Koalisi Saudi. Kendati demikian, ia menyatakan bahwa pembicaraan tentang pembayaran gaji para pegawai, ganti rugi, dan tuntutan-tuntutan umum masih berlanjut. Tuntutan-tuntutan ini diajukan Sanaa kepada Koalisi Saudi dalam rangka memperpanjang gencatan senjata dan mengakhiri perang di Yaman.

“Pembicaraan yang masih berlangsung berhubungan dengan isu-isu kemanusiaan, seperti gaji para pegawai, serta pembukaan kembali bandara Sanaa dan pelabuhan al-Hudaydah. Republik Yaman berpegang teguh kepada sikap dan tuntutan legalnya, meski Koalisi masih terus membuang-buang waktu,” kata al-Houthi.

Di tengah adanya ketidakpastian di kancah politik terkait kesepakatan gencatan senjata atau konten dan waktu pengumumannya, media-media Saudi dan UEA memberitakan bahwa hingga kini kedua belah pihak telah menyepakati pembayaran gaji para pegawai berdasarkan list bank data tahun 2014. Media-media ini telah memublikasikan sejumlah poin yang disebut-sebut sebagai bagian dari konten kesepakatan.

Media-media ini juga memberitakan bahwa di antara butir-butir kesepakatan adalah dibukanya penerbangan komersil dari bandara Sanaa ke sejumlah negara, yaitu Qatar, Yordania, Malaysia, Mesir, dan India.

Kesepakatan juga meliputi pencabutan penuh blokade pelabuhan al-Hudaydah, dimulainya kembali ekspor gas dan minyak, dan dibukanya jalan antarprovinsi jika gencatan senjata selama 6 bulan terwujud. Poin-poin dalam kesepakatan ini akan dilaksanakan tak lama sebelum pengumuman resmi perpanjangan gencatan senjata. (af/alalam)

DISKUSI: