Klan Penguasa Bahrain Dilanda Konflik Internal

0
89

Manama,LiputanIslam.com-PM Bahrain menjadi sasaran kritik menyusul kontak teleponnya dengan emir Qatar, juga pertemuannya dengan seorang ulama Syiah.

Khalifa bin Salman Al Khalifa pada pekan lalu, secara mengejutkan, menghubungi Tamim bin Hamad Al Thani. Ini adalah kontak pertama kedua belah pihak sejak pemutusan hubungan diplomatik Manama-Doha.

Petinggi Bahrain berusaha mengesankan kontak itu sebagai urusan pribadi, yang tak ada kaitannya dengan sikap resmi Bahrain. Namun Khalifa absen dalam pertemuan para pejabat Bahrain dengan Hamad bin Isa (raja Bahrain) pada Rabu (8/5). Hal ini dinilai sebagai pertanda lain akan perselisihan internal dalam klan penguasa negara itu.

Dikutip dari al-Khaleej Online, sehari setelah absennya Khalifa dalam pertemuan di istana, dia dikabarkan melawat ke Kuwait.

Kantor berita Kuwait, KUNA, menyebut pertemuan Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah (emir Kuwait) dengan Khalifa sebagai pertemuan yang penuh keakraban.

Lawatan ini dianggap penting, karena Kuwait berperan sebagai penengah untuk menyelesaikan konflik Qatar dengan 4 negara Arab (Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir).

Sebelum ini, PM Bahrain juga mengunjungi Abdullah al-Ghuraifi (ulama Syiah di Bahrain) pada 1 Mei lalu. Kunjungan inilah yang memicu kritik pedas terhadapnya.

Menurut media-media yang dekat dengan al-Ghuraifi, Khalifa dalam pertemuan itu menekankan pentingnya “penguatan persatuan nasional.”

Di lain pihak, kantor berita Bahrain mengumumkan, kunjungan PM Bahrain itu hanya sebuah pertemuan rutin dengan berbagai lapisan masyarakat.

Sebelum ini, situs Middle East Eye mengutip dari sejumlah sumber, bahwa Muhammad bin Zayed (putra mahkota Abu Dhabi) dan Muhammad bin Salman (putra mahkota Saudi) mendukung raja Bahrain dan berusaha menyingkirkan perdana menteri. (af/alalam/fars)

DISKUSI: