Kisruh UU Kewarganegaraan, Pejabat India: Muslim Harus Diberi Makan Peluru

0
158

Ketua Menteri negara bagian India Yogi Adityanath di kampanye Bhartiya Janta Party (BJP) jelang pemilu di Ahmedabad, India, 26 Maret 2019. (Photo by AFP)

Lucknow, LiputanIslam.com—Seorang kepala menteri negara bagian India tang terafiliasi dengan Perdana Menteri Narendra Modi menuturkan sejumlah sentimen anti-Muslim yang provokatif di wilayahnya.

Ketua Menteri Yogi Adityanath dari Uttar Pradesh memang sudah dikenal karena sering menyampaikan kebencian dan dorongan kekerasan terhadap Muslim India. Baru-baru ini,  ia mengatakan kepada para pendukung Hindutva bahwa kaum Muslim yang memprotes UU kewarganegaraan yang kontroversial itu adalah “teroris” yang harus diberi makan dengan “peluru, bukan nasi Biryani.”

Dia juga menyebut ribuan wanita yang telah melakukan unjuk rasa selama berminggu-minggu di pinggiran kota Shaheen Bagh di Delhi untuk memperotes UU tersebut sebagai “teroris.”

UU Amandemen Kewarganegaraan (CAA) adalah aturan yang didukung oleh nasionalis Hindu sayap kanan, Bharatiya Janata Party (BJP), dan disahkan pada Desember tahun lalu. UU tersebut memicu gelombang protes besar-besaran dan menewaskan 30 orang sejauh ini.

Aturan ini mengizinkan pemberian kewarganegaraan kepada jutaan migran di India baik yang datang secara legal atau ilegal dari Pakistan, Bangladesh, atau Afghanistan sebelum Desember 2014. Namun, kewaganegaraan ini tidak akan diberikan kepada migran pemeluk Islam.

Menurut Adityanath, aksi protes yang terjadi di berbagai tempat di Delhi bukan karena CAA, namun “orang-orang ini ingin mencegah India menjadi kekuatan global.” (ra/presstv)

 

DISKUSI: