Kewaspadaan Rakyat Iran Gagalkan Perang Hybrid Terbesar atas Negeri Mullah

0
177

Teheran,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Alam, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei membicarakan gelombang kerusuhan di Iran dan propaganda masif Barat yang menyudutkan Teheran.

”Dalam 3 bulan terakhir, kita menyaksikan sebuah perang hybrid dan multilapis, yang tak bisa dilihat dengan sebuah pandangan beraspek tunggal. Kita tak bisa menyebutnya hanya sebagai perang media, atau budaya, atau politik. Itu adalah gabungan dari semua aspek ini,”kata Rezaei.

“Namun lapisan utama pada apa yang terjadi dalam beberapa bulan ini di Iran adalah masalah media. Kajian kami menunjukkan, lebih dari 250 kanal satelit gratis dan siang-malam menjadikan Iran sebagai target dengan berbagai narasi, selera, dan budaya. Titik kesamaan mereka adalah proyek penggulingan pemerintahan,”lanjutnya.

“Tak ada negara yang menjadi target serangan media seperti Iran. Kita melihat sebuah perang dunia media terhadap Republik Islam Iran. Salah satu bagiannya adalah 250 saluran satelit, dan beberapa kali lipat jumlah ini di dunia maya, yang meliputi kecerdasan buatan, pasukan siber, dan pengelolaannya untuk memasok rentetan kebohongan di dalam Iran.”

“Hanya dalam 46 hari pertama sejak awal kerusuhan hingga sekarang, ada 38 ribu hoaks anti-Iran yang tersebar di dunia maya. Ini adalah sebuah rekor. Penyebar utama hoaks-hoaks ini adalah media-media berbahasa Persia milik kelompok anti-Revolusi. Kita juga menyaksikan upaya untuk memisahkan Pemerintah dan rakyat Iran dengan cara mengesankan diri sebagai pihak tertindas demi menghasut rakyat dan kawula muda.”

“Berdasarkan perhitungan kami, orang-orang yang dalam beberapa bulan lalu turun ke jalanan, kurang dari satu persen total penduduk Iran. Ini menunjukkan bahwa rakyat kita, bahkan mereka yang memprotes sejumlah kebijakan dan problem ekonomi-sosial di tengah masyarakat, tidak memihak para perusuh. Ini adalah bukti kecerdasan dan kewaspadaan rakyat yang akhirnya mengalahkan musuh negeri ini,” tegas Rezaei. (af/alalam)

DISKUSI: