Kenapa Menlu Lebanon Enggan Mengecam Serangan ke Aramco?

0
111

Beirut,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Lebanon menyatakan, dia tidak akan mengecam serangan nirawak tentara Yaman ke kilang minyak Aramco.

“Saya tidak bisa mengecam serangan ke fasilitas minyak Aramco, sebab serangan ke rumah sakit Yaman tidak dikutuk (oleh masyarakat internasional),”kata Gebran Bassil, Senin (23/9), sebagaimana dilansir al-Mayadeen.

Koalisi Saudi pada Agustus 2018 lalu membombardir sebuah rumah sakit di Hudaydah di barat Yaman. Serangan itu menewaskan sekira 60 orang dan melukai lebih dari 120 orang.

Baca: Yaman, Suapan Besar yang Mencekik Kerongkongan Saudi

Pasukan Yaman pada 14 September lalu menyerang kilang minyak Saudi di Abqayq dan Khurais. Dua kilang minyak milik perusahaan Aramco itu diserang dengan 10 nirawak Yaman.

Beberapa hari lalu jubir Ansharullah Yaman menanggapi kecaman internasional atas serangan tersebut. Dalam statemennya, Muhammad Abdussalam menyatakan, alih-alih mengecam serangan ke Aramco, masyarakat internasional seharusnya mengutuk kejahatan Saudi atas warga Yaman.

“Atas dasar logika apa masyarakat dunia mengizinkan diri mereka merilis statemen yang memihak agresor? Namun mereka sendiri bungkam di hadapan kejahatan (Saudi dan koalisinya) atas bangsa Yaman, yang meliputi pembantaian, blokade, kelaparan, kehancuran, dan bencana kemanusiaan,”tegasnya.

Menurutnya, para pengecam serangan ke Aramco sebenarnya mengecam diri mereka sendiri. Mereka menunjukkan keberpihakan hina terhadap sebuah negara agresor. Abdussalam menegaskan, statemen mereka sama saja seperti motivasi bagi Saudi untuk meneruskan kebiadaban atas rakyat Yaman. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Inggris, Jerman, dan Prancis Sebut Iran Bertanggungjawab atas Insiden Aramco

Melalui GPS, AS dan Prancis Berupaya Buktikan Keterlibatan Iran dalam Serangan ke Aramco

DISKUSI: