Kemenlu AS Tolak Pelatihan untuk Biro Intelijen Saudi

0
103

Washington,LiputanIslam.com-Pembunuhan atas Jamal Khashoggi masih berimbas negatif bagi Riyadh. Kali ini, permintaan sebuah korporasi AS untuk melatih biro intelijen Saudi ditolak kemenlu AS.

Permintaan DynCorp ini ditolak lantaran kemenlu AS mengkhawatirkan tragedi pembunuhan Khashoggi terulang kembali.

Menurut Washington Post, faktor yang mendorong kemenlu AS dan CIA menolak permintaan tersebut adalah laporan tentang berlanjutnya penangkapan aktivis HAM dan tekanan kepada oposisi untuk kembali ke Saudi.

Baca: AS Tuding Iran Diam-Diam Kirim Rudal Balistik ke Irak

Para petinggi AS khawatir, Muhammad bin Salman belum belajar menerima tanggung jawab intelijen untuk melanggengkan hubungan Riyadh-Washington, seiring proses reformasi di negara kaya minyak itu.

“Sebagai contoh, Saud al-Qahtani, yang merupakan orang dekat putra mahkota dan organisator operasi teror Khashoggi, masih belum diadili dan tetap menjalankan misi di balik tirai,”tulis Washington Post.

Harian ini juga mencontohkan upaya pemulangan seorang oposisi muda dari AS ke Saudi sebagai bentuk tekanan Riyadh terhadap oposisi.

“Seorang pejabat AS mengatakan, FBI berkesimpulan bahwa pemuda ini akan ditangkap jika ia pulang ke Saudi. Sebab itu, dia mendapat peringatan dari FBI,”lanjut Washington Post.

Dalam suratnya kepada DynCorp, kemenlu AS menyatakan,”Kami menginginkan biro intelijen Saudi menjadi kuat, tapi menurut kami, bukan ini caranya.”

Saudi dikabarkan memohon agar penolakan ini dikaji ulang. Kemenlu AS saat ini tengah mengkaji sejumlah opsi untuk mengawasi dan mengontrol aktivitis intelijen Riyadh, andai nanti permintaan mereka dikabulkan. (af/alalam)

DISKUSI: