Kelompok Yahudi Turut Protes Larangan Pengibaran Bendera Palestina

0
128

Quds,LiputanIslam.com-Salah satu tindakan kontroversial Pemerintahan baru Israel baru-baru ini instruksi Menteri Keamanan Domestik, Itamar Ben-Gvir untuk mencabut bendera-bendera Palestina dari tempat-tempat publik.

Ben-Gvir pada Minggu pekan lalu memerintahkan polisi Israel untuk mencabut semua bendera Palestina di tempat-tempat umum.

Kendati dalam konstitusi Israel tidak ada pasal yang secara terbuka melarang pengibaran bendera Palestina, namun Ben-Gvir menyebut bendera Palestina sebagai “bentuk dukungan kepada terorisme” dan melarang pengibarannya.

Pada hari Jumat lalu, warga Quds dalam jumlah besar mengadakan unjuk rasa dalam rangka memprotes instruksi politisi radikal Zionis tersebut.

Situs al-Quds al-Arabi memublikasikan foto-foto dari unjuk rasa tersebut dan menyatakan bahwa hal yang patut diperhatikan adalah keikutsertaaan sejumlah Yahudi sayap kiri dalam demo tersebut. Para aktivis dan politisi Yahudi sayap kiri turut menentang keputusan kontroversial Ben-Gvir.

Perkampungan Sheikh Jarrah di Quds Timur menjadi ajang unjuk rasa besar-besaran tersebut. Sudah bertahun-tahun perkampungan itu menjadi saksi demo-demo warga pada tiap hari Jumat, yang diserukan para aktivis Palestina dan Yahudi untuk menentang proyek penggusuran rumah-rumah warga Palestina oleh Rezim Zionis.

Kelompok Yahudi sayap kiri bernama “al-Huriyyah li al-Quds” mengunggah cuitan di Twitter terkait unjuk rasa itu dan menulis ”Kami datang dan tetap melambai-lambaikan tangan kami” untuk menjelaskan dikibarkannya bendera-bendera Palestina pada unjuk rasa tersebut.

Anggota Knessett dari Front Demokrasi untuk Perdamaian dan Persamaan, Ofer Cassif juga hadir di tengah aksi unjuk rasa sambil menyampirkan bendera Palestia di pundaknya. Aparat polisi Israel berada di dekat tempat unjuk rasa, namun tidak melakukan campur tangan. (af/fars)

DISKUSI: