Kasus Penembakan Pria Afrika-Amerika Kembali Picu Aksi Protes

0
204

Aksi demo melawan brutalitas polisi di Columbus, Ohio, 24 Desember 2020. (AFP photo)

Washington, LiputanIslam.com–Seorang pria kulit hitam Amerika tak bersenjata ditmebka oleh petugas polisi di Columbus, Ohio, AS. Kasus ini kembali memicu gelombang aksi protes di Negeri Paman Sam itu.

Andre Maurice Hill (47) ditembak berkali-kali pada Selasa (22/12) oleh seorang petugas polisi.

Insiden itu terjadi ketika polisi menanggapi panggilan non-darurat sekitar pukul 01.37 dari sebuah rumah. Saat polisi tiba di rumah itu, Hill sedang berada di dalam garasi yang dengan pintu terbuka. Hill berjalan ke arah petugas sambil memegang ponsel di tangan kirinya.

Polisi bernama Adam Coy kemudian menembakkan senjata kepada Hill dan memukul pria itu. Coy dan rekannya menunggu beberapa menit sebelum mendekati Hill sebelum ia meninggal.

Akibat kejadian ini, Kepala polisi Columbus Thomas Quinlan hari Kamis (24/12) mengumumkan akan memecat Coy atas tuduhan “pelanggaran kritis”.

“Kami memiliki seorang perwira yang melanggar sumpahnya untuk mematuhi aturan dan kebijakan Divisi Polisi Columbus,” kata Quinlan dalam sebuah pernyataan. “Pelanggaran ini membuat orang yang tidak bersalah kehilangan nyawanya.”

Hill merupakan orang Afrika-Amerika kedua yang dibunuh oleh polisi di Columbus dalam waktu kurang dari tiga minggu. Pada 4 Desember lalu, Casey Goodson, seorang pria kulit hitam berusia 23 tahun tanpa latar belakang kriminal, juga ditembak mati oleh polisi. Saat itu, Goodson sedang memegang sandwich yang disalahpahami sebagai senjata.

Pasca kejadian ini, beberapa puluh demonstran kembali turun ke jalan seraya membawa simbol-simbol Black Lives Matter untuk menyerukan keadilan rasial di AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI: