Kasus Menembus 25 Juta, Biden Yakin AS Tuntaskan Corona Bulan Agustus

0
146

Washington, LiputanIslam.com –Amerika Serikat dilaporkan tetap menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia, yang menembus angka 25 juta kasus. Akan tetapi, Presiden baru AS, Joe Biden, optimis bahwa dengan percepatan program vaksinasi, negaranya akan mencapai tahapan herd imunity, atau kekebalan massal, pada musim panas tahun ini.

Sejak masa kampanye, Presiden Biden telah berjanji akan memerangi virus Corona sebagai prioritas kerjanya. Biden juga mendorong Kongres AS untuk menyetujui paket bantuan fantastis senilai USD 1,9 triliun (sekitar Rp 26 ribu trilliun) untuk percepatan vaksinasi.  Biden menargetkan, dalam 100 hari pertamanya menjabat sebagai presiden, sebanyakk  100 juta warganya sudah bisa divaksinasi.

Biden yakin, musim panas nanti, seluruh warga AS akan menuju herd immunity (kekebalan massal) melalui program vaksinasi massal yang akan disediakan pada musim semi ini. “Saya yakin, pada musim panas, kami akan menuju kekebalan kelompok,” kata Biden dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (26/1/2021).

Menurut Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain, Biden berkomitmen untuk menuntaskan masalah Covid-19, sesuai dengan janji yang disampaikan di masa kampanye. Saat kampanye, Biden mengrkitik keras cara-cara rivalnya Donald Trump yang ia anggap sangat lamban dalam menangani virus di AS.

Keyakinan pemerintahan baru AS untuk percepatan penanganan virus ini meghadapi tantangan berat berupa fakta sangat besarnya kasus Corona serta angka kematian yang diakibatkan virus tersebut.

Universitas Johns Hopkins seperti yang dikutip AFP, menyatakan bahwa total kasus Covid-10 mencapai angka 25.109.148 kasus. Angka ini jauh di atas negara dengan kasus Covid-19 kedua terbesar di dunia, yaitu India, dengan 10 juta kasus. Angka kematian akibat Corona juga sangat besar dan menjadi yang tertinggi di dunia, yaitu lebih dari 400 ribu kasus kematian. Sementara tingkat kematian di India di angka 150 ribu (bandingkan dengan Indonesia, yang berada di posisi ke-19, dengan angka kematian 27 ribu).

Sejumlah pihak meragukan kemampuan Biden dalam mencapai target tersebut. Dalam banyak kasus, apa yang dijanjikan dalam kampanye biasanya sangat sulit untuk diimplementasikan. Angka infeksi virus serta kematian yang sangat tinggi menunjukkan AS berada pada situasi yang paling sulit dibandingan dengan negara-negara dunia lainnya dalam menangani virus. Biaya vaksinasi sebesar USD 1,9 trilyun juga bukan angka sedikit, khususnya dihubungkan dengan situasi krisis ekonomi yang melanda negara itu akibat pandemi. (os/AFP/detik)

DISKUSI: