Kabinet Netanyahu Diprediksi Kewalahan Hadapi Perlawanan Palestina

0
123

TelAviv,LiputanIslam.com-Analis militer di harian Yedioth Ahronoth, Yossi Joshua membahas operasi perlawanan individual di Tepi Barat dan menulis, ”Hanya ada sedikit peluang untuk meredam operasi-operasi sebelum itu dilakukan”.

Ia berpendapat, perkembangan mendalam di tengah masyarakat Palestina telah menunjukkan diri dalam aksi-aksi perlawanan individual. Sebab, sebagian besar para pelaku operasi adalah pemuda-pemuda yang tidak berafiliasi dengan organisasi apa pun. Joshua menambahkan, Tentara Israel juga tidak punya kemampuan untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Tepi Barat.

Reporter militer di harian Israel Hayom, Lilach Shoval menyatakan, kabinet mendatang Netanyahu tidak akan mampu mengubah kebijakan Tentara Israel saat ini dalam menghadapi kubu Resistansi di Tepi Barat.

Harian Haaretz juga berpendapat, operasi Ariel pada Selasa lalu menunjukkan bahwa aksi perlawanan akan terus berlanjut, tanpa memandang hasil Pemilu Israel dan siapa yang akan berkuasa di Tanah Pendudukan.

“Operasi-operasi ini adalah bagian dari realita baru yang mungkin berjangka panjang,” sebut Haaretz.

Operasi berani syahid yang terjadi di distrik Ariel Selasa lalu menewaskan 3 orang dan melukai 3 lainnya. Pelaku bernama Muhammad Shawf (18) tahun gugur di tangan Tentara Zionis. (af/fars)

DISKUSI: