Jurnalis Israel Diminta Rahasiakan Identitasnya di Piala Dunia

0
156

Doha,LiputanIslam.com-Korporasi radio dan televisi Israel menginstruksikan semua jurnalis Zionis di Qatar untuk merahasikan identitas mereka, tidak berbicara dengan bahasa Ibrani, dan tidak menggunakan logo apa pun yang berhubungan dengan Israel.

Pusat Informasi Palestina melaporkan, korporasi ini meminta agar jurnalis Rezim Zionis tidak menggunakan mikrofon tanpa logo, sehingga tidak mengungkap identitas mereka.

Sebelum ini, jurnalis harian Yedioth Ahronoth mengakui bahwa mereka telah menyaksikan kebencian Muslimin dan Arab terhadap Israel. Mereka berkata akan meninggalkan Qatar dengan perasaan yang sangat buruk.

Jurnalis harian Zionis ini menambahkan, ”Kami melihat bagaimana mereka ingin menyungkurkan hidung kami ke tanah. Kami melihat bahwa apa pun yang berkaitan dengan Israel menimbulkan kebencian di hati dan kejijikan.”

“Orang-orang Palestina, Qatar, Maroko, Yordania, Suriah, Mesir, dan Lebanon memandang kami dengan penuh amarah dan kebencian di jalanan Qatar.”

“Kami memperkenalkan diri sebagai orang Israel. Namun saat kami melihat bahwa ini justru membuat kami direndahkan dan dihujat, kami memutuskan untuk memperkenalkan diri sebagai jurnalis dari Ekuador,” lanjutnya.

Dalam beberapa hari lalu, sejumlah berita dan berbagai klip menunjukkan para suporter sepak bola dari negara-negara Muslim mengusir serta mengecam tim jurnalis media-media Israel.

Tindakan para suporter ini membuat para jurnalis Rezim Zionis di Qatar mengakui bahwa mereka benar-benar terkucilkan.

Salah seorang jurnalis Israel mengatakan bahwa ketika identitas dirinya terkuak, pemilik sebuah restoran mengusirnya keluar. Seorang sopir taksi juga menurunkannya di jalan setelah tahu dia adalah orang Israel.

Sejumlah jurnalis Zionis mengumumkan bahwa dengan adanya penentangan dan kebencian para suporter sepak bola dari negara-negara Muslim, mereka terisolasi dan tidak bisa meliput berita serta atmosfer Piala Dunia 2022 dengan normal. (af/alalam)

DISKUSI: