John Bolton Akui Perannya dalam Kudeta di Negara-negara Lain

0
160

Washington,liputanIslam.com-Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengakui bahwa ia telah membantu banyak kudeta di negara-negara dunia.

Reuters melaporkan, pengakuan ini disampaikan mantan Utusan AS di PBB itu kepada stasiun televisi CNN, setelah berakhirnya sidang dengar pendapat di Kongres AS pada Selasa (12/7).

Sidang dengar pendapat ini diadakan berkenaan dengan serbuan para pendukung Donald Trump ke Gedung Capitol Hill pada 6 Juni 2021 silam.

Trump dituduh telah memprovokasi aksi kekerasan sebagai upaya terakhirnya untuk mempertahankan kekuasaan usai kekalahan di Pilpres 2020.

Meski demikian, saat diwawancarai presenter CNN Jake Tapper, Bolton berkata bahwa Trump tidak memiliki kapasitas memadai untuk melakukan “kudeta terencana yang sempurna.”

“Sebagai orang yang telah membantu perencanaan kudeta, tentu bukan di sini (AS), tapi di tempat-tempat lain seperti yang Anda ketahui, tindakan ini (kudeta) membutuhkan banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dia (Trump),”ujar Bolton.

Tapper lalu bertanya tentang detail kudeta-kudeta tersebut. Sebelum menyinggung Venezuela, Bolton berkata,”Saya tidak akan membicarakan detail. Sudah jelas itu gagal. Bukan karena kita tidak melakukan banyak usaha dalam hal ini, namun kita menyaksikan apa yang telah dilakukan sebuah oposisi untuk menggulingkan presiden ilegal, dan ternyata mereka gagal.”

Reuters melaporkan, Bolton di tahun 2019 secara terang-terangan mendukung permohonan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, untuk membantu Tentara menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Dia berargumen bahwa Maduro terpilih kembali secara tidak sah. Namun pada akhirnya Maduro tetap menjabat sebagai Presiden. (af/fars)

DISKUSI: