Gaza,LiputanIslam.com-Dilansir oleh Sky News, juru bicara Brigade al-Quds menyatakan, para petinggi Jihad Islam secara konsisten mengamati perkembangan di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Tanah Terjajah.

“Jari para serdadu kami di semua unit militer siap menarik pelatuk. Mereka berada dalam kondisi siaga penuh. Semua unit militer hanya tinggal menanti satu isyarat dari pemimpin Jihad Islam,”kata Abu Hamzah.

Juru bicara sayap militer Jihad Islam ini mengabarkan, roket baru bernama Boraq 120, yang dirancang pejuang Palestina sendiri, telah digunakan di ajang pertempuran terakhir.

Baca: IRGC: Serang Jihad Islam Palestina, Israel  Kian Dekati Kehancurannya

“Kami berterima kasih kepada semua kelompok Palestina yang menolak kebijakan penghinaan dan teror, serta bekerjasama dengan kami dalam pertempuran terakhir,”tandasnya.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Poros Muqawamah, terutama Republik Islam Iran, yang telah memberikan berbagai bentuk dukungan kepada perjuangan Palestina,”imbuh Abu Hamzah.

Dia menegaskan, gugurnya Syahid Abu Sulaim hanya akan menambah kekuatan dan keteguhan Jihad Islam.

Menurut laporan media, Jihad Islam dan Israel menyetujui gencatan senjata yang diajukan Mesir. Kesepakatan ini dicapai usai Rezim Zionis bersedia menerima syarat-syarat yang diajukan Jihad Islam.

Sementara itu, Israel Katz (menlu Rezim Zionis) menyatakan, meski kesepakatan gencatan senjata sudah tercapai, Tel Aviv akan terus melanjutkan kebijakan teror atas para pejuang Palestina. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*