Jerman Tuding AS ‘Membajak’ Pasokan Masker untuk Berlin

0
590

Petugas keamanan menggunakan masker di depan Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman. (Martin Meissner/AP)

Berlin, LiputanIslam.com—Pejabat Jerman menuding AS melakukan “pembajakan modern” setelah adanya laporan pasokan masker menuju Berlin dicegat di Thailand dan dialihkan ke AS pada hari Jumat (3/4).

Menurut laporan dari media Jerman, masker itu dipesan dari perusahaan 3M. Perusahaan ini dikritik keras oleh Gedung Putih karena memproduksi masker untuk pelanggan luar negeri. Perusahaan ini pun membantah tudingan itu dengan menyatakan “tidak ada catatan pesanan respirator dari Tiongkok untuk …Berlin”.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Berlin mengatakan kepada kantor berita dpa bahwa 200.000 masker “disita” di Bangkok dan dialihkan ke AS. Saat ini, pihak berwenang masih berusaha mengklarifikasi siapa produsen masker itu.

Walikota Berlin, Michael Müller, juga membenarkan laporan tersebut. Kepada Der Spiegel, ia membenarkan bahwa suplai masker telah dipesan untuk polisi Berlin. Dia pun mangaku telah diberitahu oleh kepolisian bahwa “pengiriman itu dibatalkan karena arahan AS dan pesawat terbang ke AS, bukan Jerman,” katanya.

Menteri Dalam Neeri Berlin, Andreas Geisel, menyebut insiden itu sebagai “tindakan pembajakan modern”.

“Anda tidak boleh memperlakukan rekan transatlantik Anda seperti itu,” katanya.

Ia menegaskan, di tengah krisis virus corona ini, AS tidak boleh menggunakan “metode wild west [budaya liar Barat]” dan alih-alih harus berpegang pada aturan internasional.

Pada hari yang sama, Prancis juga menuding AS mengambil alih pasokan medis dari Shanghai yang awalnya ditujukan ke wilayah Prancis yang terpukul keras akibat wabah. Mereka menduga, AS menawarkan harga yang jauh lebih tinggi untuk pasokan medis itu, seperti dilaporkan oleh The Guardian.

Insiden ‘pembajakan’ ini terjadi pada saat negara-negara Barat berjuang melawan pandemi virus corona dan kekurangan peralatan pelindung seperti masker.  (ra/ft)

DISKUSI:
SHARE THIS: