Jenderal AS: Kita Harus Menahan Diri di Hadapan Iran

0
137

Washington,LiputanIslam.com-Kepala Staf Gabungan Militer AS membela kebijakan yang disebutnya “menahan diri di hadapan Iran.”

“Kita sedang berada dalam periode meningkatnya risiko (konfrontasi) dengan Iran. Menahan diri dalam situasi khusus seperti ini adalah respon yang relevan,”kata Mark Milley di hadapan anggota kongres AS, Rabu (11/12).

Pernyataan ini disampaikan Milley sebagai jawaban pertanyaan Senator Don Bacon. Senator dari Nebraska ini bertanya,”Jika Iran menganggap kesabaran kita sebagai pertanda kelemahan, sampai kapan kita harus menahan diri?”

Menurut Milley, bola kini ada di lapangan Iran. Bentuk dan cakupan respon Iran akan menentukan cara reaksi AS, kata Milley.

Baca: Terhasut Adu Domba Amerika, Raja Saudi Ajak GCC untuk Melawan Iran

Mark Esper (menhan AS) yang juga hadir di forum itu, mengatakan bahwa saat ini AS sedang membahas penempatan lebih banyak serdadu di Timteng “untuk merespon ancaman Iran.”

Hingga kini, presiden AS sudah beberapa kali mencabut ancamannya terhadap Iran. Ketika nirawak AS ditembak jatuh Iran, Donald Trump sempat mengumbar ancaman. Tapi tak lama berselang ia menarik ancamannya.

Pasca insiden itu, Trump mencuit bahwa “Iran melakukan kesalahan besar.” Sebagian pihak menyangka bahwa Washington akan melancarkan serangan militer. Namun belakangan terungkap bahwa serangan dibatalkan lantaran Trump mengkhawatirkan dampak politik dan militer konfrontasi dengan Iran.

Guna menjustifikasi pembatalan aksi militer, Trump mengklaim bahwa dia berpikir penembakan nirawak AS adalah kesalahan personal. Beberapa jam setelah Iran mengumumkan tidak menembak pesawat militer AS yang memuat penumpang, Trump menyampaikan terima kasih. Dia mengkonfirmasi bahwa Iran bisa saja menembak jatuh pesawat bermuatan 35 orang itu, tapi tidak melakukannya. (af/alalam/fars)

DISKUSI: