Jelang Pemilu, Israel Sahkan Ribuan Pemukiman Ilegal

0
89

PM Israel Benjamin Netanyahu memeriksa sebuah peta dalam kunjungan ke pemukiman Ariel Israel di Tepi Barat, 24 Februari 2020. (Photo by AFP)

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Rezim Israel menyetujui pembangunan sekitar 1.800 unit pemukiman ilegal baru di kawasan pendudukan Tepi Barat. Langkah ini dinilai sebagai cara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengamankan suara untuk pemilu mendatang.

Administrasi Sipil Israel mengeluarkan perizinan ini pada hari Kamis (27/2) berdasarkan proposal dari Menteri untuk Urusan Militer Israel, Naftali Bennett. Demikian laporan dari kantor berita Jerusalem Post.

Bennett pernah bersumpah “tidak memberikan satu inci pun lahan” kepada Palestina. “Kami menguasai banyak unit di permukiman dan kami akan terus melakukannya di masa depan.”

Unit-unit pemukim termasuk 620 yang di pemukiman pusat Tepi Barat Eli, di mana pengadilan tertinggi rezim akan lama melarang pembangunan serius karena petisi berulang kali diajukan oleh Palestina. Pengadilan, bagaimanapun, secara resmi memihak pemukim minggu lalu.

Sementara itu, menurut laporan organisasi Peace Now, Netanyahu tampaknya sedang berupaya meraup suara menjelang pemilu parlemen pada hari Senin (2/3) nanti. Pemilu itu akan menunjukkan keputusan warga Israel apakah Netanyahu yang didakwa dalam skandal korupsi, dapat bertahan di kursi jabatannya untuk periode ke-5.

Pada Kamis lalu, sang perdana menteri juga memerintahkan pembangunan 3.500 unit pemukiman di kawasan E1 yang terletak antara Yerusalem al-Quds timur di Tepi Barat dan pemukiman Ma’ale Adumim. Padahal, Israel telah lama menghentikan proyek pembangunan di kawasan itu akibat banyaknya kecaman internasional. (ra/presstv)

 

DISKUSI: