Israel Serukan Pemboikotan Film Dokumenter Kejahatan Israel di Tepi Barat

0
96

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Komite Knesset Israel menyerukan pelarangan sebuah film yang mendokumentasikan pengepungan Israel di kota Jenin, Tepi Barat, pada tahun 2002. Film ini menceritakan aksi-aksi kejahatan Israel terhadap penduduk Jenin.

Komite Keamanan dan Luar Negeri Knesset Israel mengajukan draf resolusi yang akan diberikan ke Jaksa Agung Avichai Mandelblit. Draf resolusi ini menuntut pelarangan film berjudul ‘Jenin, Jenin’.

Film ini diproduksi oleh produser Palestina-Israel Mohammad Bakeri. Ini mendokumentasikan kejahatan Israel selama invasi kota Jenin melalui laporan oleh saksi mata.

Komite Knesset mengklaim bahwa film tersebut mendistorsi citra tentara Israel. Mereka pun menegaskan bahwa film tersebut tidak boleh ditayangkan.

Film ini telah dilanda gugatan hukum sejak pertama kali tayang 18 tahun lalu. Pada tahun 2003, dewan pemeringkat film Israel mengklaim bahwa film itu adalah “presentasi peristiwa yang menyimpang dalam kedok kebenaran demokratis yang dapat menyesatkan publik.”

Selain itu, Israel menilai fulm tersebut adalah “film propaganda sepihak” yang dapat menyesarkan publik agar berpikir bahwa tentara Israel telah melakukan kejahatan perang.

Namun, sutradara film ini menolak klaim-klaim tersebut. Ia menyebut segala macam tuduhan yang dilayangkan terhadap filmnya memperlihatkan bahwa demokrasi di Israel tidak diperuntukkan bagi semua warganya. “Ini adalah permainan politik yang jelas bahwa Likud tidak ingin orang-orang menonton film ini,” katanya.

Namun, Mahkamah Agung Israel berpendapat bahwa keputusan dewan pemeringkat film pada saar itu adalah “serangan berlebihan terhadap kebebasan berekspresi” dan memerintahkan larangan tersebut untuk dicabut.

Menurut laporan dari Quds Press, pada saat Israel menyerbu Jenin tahun 2002, tentara Israel “mengeksekusi” 58 warga Palestina, melukai ratusan lainnya, dan menghancurkan 1.200 rumah. Ratusan warga juga ditangkap dan beberapa dilaporkan hilang. (ra/PC)

 

DISKUSI: