Israel Bantah Statemen PBB Soal Pembunuhan Jurnalis al-Jazeera

0
46

TelAviv,LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Jazeera melaporkan, Israel mengaku bahwa berdasarkan investigasi yang dilakukannya, penembakan kepada Shireen Abu Akleh “tidak disengaja”. Namun Tentara Israel membantah bahwa jurnalis al-Jazeera itu tewas karena peluru yang ditembakkan serdadunya.

PBB pada Jumat (24/6) mengonfirmasi bahwa Abu Akleh gugur akibat ditembak Tentara Israel pada 11 Mei silam.

Tel Aviv mengklaim, laporan Komisi PBB tendensius dan memihak. Di saat bersamaan, Tel Aviv mengulang permintaannya agar Palestina menyerahkan peluru yang menewaskan Abu Akleh.

Abu Akleh (51 tahun) adalah warga negara AS dan Palestina. Dia telah bertugas meliput konflik dan kejadian-kejadian di Tanah Pendudukan, terutama Tepi Barat. Tewasnya jurnalis al-Jazeera ini memicu amarah dan protes global.

Orang-orang Palestina memanfaatkan insiden ini sebagai perwujudan nyata bahaya dan derita kehidupan di bawah penjajahan Israel, sebab terbunuhnya warga Palestina jarang diperhatikan dan diselidiki oleh pihak-pihak internasional. Orang-orang Zionis yang dituduh melakukan kejahatan terhadap warga Palestina di Tepi Barat juga jarang dijatuhi hukuman.

Pada Kamis lalu, sebanyak 24 anggota Senat AS mendesak Presiden Joe Biden agar Washington terlibat langsung dalam penyelidikan terkait pembunuhan jurnalis al-Jazeera, Shireen Abu Akleh.

Dalam surat kepada Biden, para senator ini menyatakan,“Jelas bahwa tak satu pun dari pihak-pihak yang berada di lapangan memercayai pihak lain untuk melakukan investigasi kredibel dan independen. Kami yakin, satu-satunya jalan untuk mewujudkan tujuan ini adalah AS berpartipasi langsung dalam penyelidikan.” (af/alalam)

DISKUSI: