Israel Akui Alami Kerugian Besar di Perang 1973

0
180

TelAviv,LiputanIslam.com-Sehubungan dengan peringatan Perang Oktober 1973, Kemenlu Israel melalui laman resmi berbahasa Arabnya di Facebook merilis statemen terkait perangnya melawan Suriah dan Mesir tersebut.

Israel mengakui bahwa Perang Oktober telah membuatnya menanggung kerugian besar, sebab serangan terjadi secara mendadak dan Tel Aviv saat itu tidak punya waktu memadai untuk mempersiapkan pasukan cadangannya.

Kemenlu Israel menyatakan,“Tentara Mesir dan Suriah awalnya meraih capaian-capaian penting, seperti melintasnya Tentara Mesir di Terusan Suez dan menempatkan diri di sepanjang tepian timurnya. Namun Tentara Israel dengan cepat membalikkan keadaan.”

Kemenlu Israel mengakui, Tel Aviv dalam perang itu menderita kerugian besar, termasuk tewasnya 2.688 serdadu dan hancurnya 150 tank.

Di sisi lain, surat kabar Haaretz membeberkan dokumen-dokumen dari kantor Ketua Staf Umum Tentara Israel selama Perang 1973. Dokumen-dokumen itu mengungkap keputusasaan pasukan Rezim Zionis selama perang berlangsung.

Haaretz melaporkan, para komandan Tentara Israel di awal-awal perang menggunakan kata dan frasa yang menunjukkan kecemasan, depresi, dan ketakutan yang dialami mereka saat itu.

Menurut harian Zionis ini, kata-kata yang digunakan para komandan Tentara Israel saat itu adalah “bencana, kekalahan, keruntuhan, depresi, dan perang demi negeri Israel”.

Perang Oktober atau Perang Ramadhan atau Perang Kippur (dalam versi Zionis) berlangsung sejak 6 hingga 25 Oktober 1973 antara Suriah dan Mesir melawan Israel.

Perang Oktober adalah sebuah perang istimewa. Setelah menderita beberapa kekalahan dari Israel, negara-negara Arab dalam sebuah kompromi rahasia memutuskan untuk menebus kekalahan-kekalahan sebelumnya. Mereka melancarkan sebuah operasi militer mendadak pada Oktober 1973 dan menyerang basis-basis Israel di Terusan Suez dan Dataran Tinggi Golan. Pasukan Arab sukses merebut kembali sejumlah kawasan yang diduduki Israel di tahun 1967.

Setelah sempat dikejutkan oleh serangan itu, Israel pada pekan ketiga perang berhasil membalikkan keadaan. AS dan Uni Soviet di masa itu, sesuai dengan kepentingan mereka, menekan negara-negara Arab untuk menerima gencatan senjata.

Setelah berlangsung selama 18 hari, akhirnya perang itu berakhir dengan Resolusi 338 Dewan Keamanan PBB. Dalam perang itu, 600 km persegi dari total 1.860 km persegi Dataran Tinggi Golan telah direbut kembali dari tangan Israel. (af/alalam)

DISKUSI: