Iran: Sanksi adalah Virus AS yang Menulari Sekutunya

0
142

Teheran,LiputanIslam.com-Jubir Kemenlu Iran menanggapi pedas sanksi yang diberlakukan Kanada baru-baru ini terhadap sejumlah tokoh, lembaga, dan media Iran.

“Kegilaan sanksi AS sudah menjadi virus dan menular dengan cepat ke kawan-kawannya. Kanada terbiasa melakukan tindak apartheid. Kuburan-kuburan massal anak-anak pribumi (Indian) adalah buktinya,”kata Naser Kanani.

” Sekarang Kanada berpaling kepada apartheid media. Ketika slogan sudah melemah dan logika merosot, tidak ada cara lain kecuali menggunakan sanksi. Sanksi adalah bahasa internasional AS dan para sekutunya,”imbuhnya.

Kanada pada Rabu lalu mencantumkan 6 orang dan 4 lembaga di daftar sanksi dengan dalih pelanggaran HAM di Iran. Salah satu dari 4 lembaga itu adalah kantor berita Fars, sementara 3 lainnya adalah Dewan Garda, Dewan Pakar, dan Majelis Penentu Kemaslahatan Negara.

Beberapa hari sebelumnya, Kanada juga menjatuhkan sanksi atas kantor berita Tasnim, harian Kayhan dan Nour News, serta CEO Kayhan, Hossein Shariatmadari, jurnalis IRIB Ali Rezvani, dan Pemimpin IRIB Payman Jabali.

Direktur stasiun televisi Lebanon al-Mayadeen, Ghassan bin Jiddo dalam statemennya menyatakan dukungan untuk media-media Iran di hadapan sanksi Kanada.

“Al-Mayadeen mendeklarasikan solidaritas mendalamnya untuk Televisi Iran dan jurnalisnya, koran-koran, kantor berita Iran, dan seluruh anggotanya. Pada prinsipnya, al-Mayadeen menolak semua jenis sanksi dan menilainya sebagai opsi gagal, gegabah, dan tak berguna. Membalas dendam dengan cara menjatuhkan sanksi justru menunjukkan kelemahan, bukan kekuatan,”tegas Bin Jiddo. (af/fars)

DISKUSI: