Teheran,LiputanIslam.com-Pada Kamis (8/9) kemarin, Jubir Kemenlu Iran, Naser Kanani mengecam tudingan Dewan Keamanan Nasional AS dan Kemenlu Inggris kepada Teheran, yang menyebut Iran mendalangi serangan siber ke Albania.
Kanani melayangkan peringatan kepada segala bentuk petualangan politik terhadap Iran dengan dalih-dalih menggelikan semacam ini. Ia juga menegaskan kesiapan penuh Iran untuk memberikan balasan tegas dan segera terhadap segala bentuk kemungkinan konspirasi.
Pada Rabu lalu, Pemerintah Albania mengklaim bahwa Iran melakukan serangan siber. Albania lalu memutus hubungan politik dan diplomatik dengan Iran. Negara ini juga memberi ultimatum kepada para diplomat Iran untuk meninggalkan Albania dalam waktu 24 jam.
Wakil Tetap Iran di PBB, Majid Takht Ravanchi melalui rangkaian tweet-nya juga turut merespons tuduhan Washington dan London kepada Teheran.
Ravanchi menyatakan, AS dan Inggris tidak punya kelayakan dan legalitas untuk melayangkan tudingan semacam ini kepada Republik Islam Iran.
“Republik Islam Iran sebagai korban serangan siber mengutuk segala bentuk serangan siber ke infrastruktur sipil,” cuitnya.
“AS dan Inggris hanya berdiam diri dalam berbagai serangan siber terhadap infrastruktur, bahkan fasilitas nuklir Iran. Mereka bahkan mendukung serangan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka tidak memiliki kelayakan dan legalitas untuk melakukan tuduhan seperti ini kepada Republik Islam Iran,” tandas Ravanchi. (af/fars)