Irak Sebut Utusan PBB Bersikap Arogan dan Sok Berkuasa

0
349

Baghdad,LiputanIslam.com-Mantan PM Irak Hadi al-Amiri mengutarakan kekesalannya terhadap sikap Jeanine Plasschaert, utusan PBB untuk Irak. Menurutnya, Plasschaert terlalu mengintervensi urusan domestik Irak. Misalnya yang berhubungan dengan hasil pemilu legislatif.

Dalam pertemuan dengan Dubes Uni Eropa Ville Varjola di Baghdad, al-Amiri menyebut pemilu yang diadakan baru-baru ini sebagai pemilu terburuk di Irak sejak tahun 2003 hingga kini. Ia menyebut berlanjutnya kecurangan dalam hasil pemilu telah melemahkan proses demokrasi di Irak.

Ketua Aliansi al-Fath ini menyatakan, Irak bekerja sama baik dengan PBB, yang diyakini memainkan peran positif. Namun, intervensi Plasschaert dalam urusan pemilu telah memudarkan kepercayaan Baghdad kepada PBB.

“Dia campur tangan dalam Pemilu dan hasilnya, seolah-olah dia adalah Ketua Komisi Pemilu, bahkan seperti Komisaris Tinggi. Irak tidak akan menerima utusan semacam ini. Dia harus terikat dengan tugas-tugas khususnya saja,”tandas al-Amiri.

Dengan diumumkannya hasil pemilu legislatif, sejumlah partai dan aliansi politik menyuarakan protes dan menyatakan hasil pemilu telah direkayasa.

Sejumlah kota di Irak juga dilanda gelombang unjuk rasa untuk memprotes hasil Pemilu. Para pengunjuk rasa menuntut agar semua suara dihitung ulang secara manual, sebab mereka yakin bahwa manipulasi terjadi saat penghitungan suara elektronik.

Sebagian politisi Irak mengkonfirmasi pengaruh UEA, Inggris, dan AS dalam Pemilu terbaru. Hal ini memperkuat asumsi adanya manipulasi yang dilakukan pihak-pihak asing ini dalam hasil Pemilu legislatif. (af/fars)

DISKUSI: