Instagram Izinkan Foto Korban Perang Ukraina, Tapi Larang Foto Korban Palestina

0
158

Gaza,LiputanIslam.com– Situs Intercept dalam laporannya mengkritisi standar ganda Meta (pemilik Instagram, Facebook, dan WhatsApp) dalam menyikapi perang Ukraina dan kejahatan Israel di Gaza.

Intercept mengungkapkan, para kru Meta (yang bertugas untuk memoderasi konten yang tidak sesuai) diizinkan untuk tidak menghapus foto-foto kekerasan, selama itu berkaitan dengan serangan Rusia ke Ukraina.

Menurut laporan Intercept, ketika jet-jet Israel melancarkan serangan ke Gaza di awal Agustus ini, para pengguna Facebook dan Instagram mengeluh karena medsos-medsos ini langsung menghapus semua konten yang mendokumentasikan kerugian jiwa dan materi akibat agresi Rezim Zionis.

“Masalah ini telah menjadi sebuah model: orang-orang Palestina memublikasikan foto-foto memilukan akibat serangan Israel, namun Meta langsung menghapusnya. Meta hanya menjelaskan bahwa itu melanggar ‘community standards’ dan sering kali tidak memberikan penjelasan apa pun,”tulis Intercept.

Meski begitu, tampaknya jika milyaran pengguna platform Meta memublikasikan konten tentang ledakan sebuah bom di pemukiman-pemukiman mereka, itu “tidak dianggap sebagai pelanggaran aturan.”

Intercept menyatakan, ia memiliki dokumen yang menunjukkan bahwa di tahun ini, Meta berulang kali menginstruksikan pegawainya untuk membiarkan foto-foto kekerasan terkait perang Rusia dan Ukraina.

Sama seperti korporasi-korporasi internet AS lainnya, Meta pun menata aturannya sedemikian rupa untuk menunjukkan keberpihakan kepada Kiev dalam konflik Rusia-Ukraina.

Menurut Intercept, kebijakan semacam ini tidak pernah dilakukan Meta untuk para korban Palestina akibat kekerasan Rezim Zionis. (af/fars)

DISKUSI: