Inilah Hasil Perjanjian Putin dan Erdogan terkait Gencatan Senjata di Idlib

0
219

Moskow, LiputanIslam.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Moscow pada Kamis (5/3) kemarin untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait eskalasi militer di provinsi Idlib, Suriah.

Setelah pembicaraan bilateral selama enam jam itu, Putin dan Erdogan  mengummumkan bahwa mereka mereka telah menegosiasikan perjanjian untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Berikut adalah daftar poin utama dari perjanjian tersebut:

 

  • Gencatan senjata di provinsi Idlib Suriah akan dimulai pukul 00:01 pada 6 Maret.
  • Rusia dan Turki akan memulai patroli bersama di jalan raya M4 di Suriah. Patroli akan berlangsung dari pemukiman Tronba, yang terletak 2 km bagian barat kota Saraqib, hingga pemukiman Ain al Havr.
  • Koridor keamanan untuk provinsi Idlib Suriah akan didirikan sepanjang 12 km di utara dan di selatan jalan raya M4. “Parameter spesifik dari fungsi koridor keamanan akan disepakati oleh Kementerian Pertahanan Federasi Rusia dan Republik Turki dalam waktu tujuh hari,” demikian kata Menlu Rusia, Sergei Lavrov.
  • Kedua negara sepakat berupaya untuk mencegah gangguan lebih lanjut dalam situasi kemanusiaan di Suriah.
  • Semua protokol tambahan untuk dokumen [perjanjian] akan mulai berlaku sejak waktu penandatanganan pada tanggal 5 Maret.

 

Situasi di provinsi Idlib Suriah baru-baru ini memanas akibat pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan para militan. Akibatnya lebih dari 30 tentara Turki tewas.

Menurut militer Rusia, pasukan Turki tidak seharusnya hadir di kawasan yang sedang diserang oleh pasukan Suriah. Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengklaim tidak ada seorang pun, termasuk tentara Suriah, yang tahu tentang keberadaan pasukan Turki di sana. (ra/sputnik)

 

DISKUSI: